-->
-->

Kisah Sukses

Keterangan Gambar: Dwipa sedang bekerja sebagai staf Housekeeping di Westin Hotel Ubud.

Gede Dwipa Bayu Pradnyana biasa dipanggil Dwipa adalah Teman Tuli yang cukup aktif dalam mencari peluang kerja di DNetwork. Sebagai pemuda penyandang disabilitas, Dwipa sering mengamati postingan DNetwork di sosial media dan grup baik program edukasi ataupun informasi lowongan pekerjaan.  Setelah beberapa kali mengikuti program edukasi dari DNetwork, Dwipa mencoba untuk melamar salah satu lowongan yang dishare oleh DNetwork yaitu lowongan sebagai staf Housekeeping di Westin Hotel Ubud. Di dampingi oleh DNetwork, selama proses rekrutmen sampai dengan komunikasi saat interview, hingga pada akhirnya Dwipa lolos sebagai staf di Westin Hotel Ubud.

Saat ini Dwipa sudah bekerja di Westin Hotel Ubud, dan sudah mulai bisa menyesuaikan dengan pekerjaannya, bahkan Dwipa sudah terbiasa berinteraksi dengan rekan kerjanya. Sebagai teman Tuli Dwipa selalu berusaha memahami intruksi dari Supervisornya agar dapat menguasai pekerjaannya dengan baik,bahkan Dwipa mendapatkan kesan sebagai staf yang rajin.

“Terima kasih DNetwork sudah info lowongan kerja hingga Dwipa dapat pekerjaan karena Dwipa sudah lama mencari kerja dan sekarang sudah punya penghasilan”

Dapatkan informasi terbaru untuk kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas melalui instagram @dnetwork_indonesia dan website www.dnetwork.net

Ket Gambar: Tim Kopi Bayang sedang open booth di kegiatan Showcasing Green Entrpreneurship bersama Plan Indonesia di Annika Linden Centre, Bali, Indonesia.

Apa yang Anda pikirkan ketika teman-teman yang kehilangan kemampuan pengelihatan meracik kopi tanpa hambatan yang berarti? Ya, hal tersebut bukanlah hal yang mustahil bagi empat bersahabat, Gusde, Jerry, Iwan and Mudra. Memanfaatkan peluang pasar, mereka sepakat untuk membuktikan kepada dunia jika mereka dapat bersaing dengan mengembangkan usaha produk kopi melalui brand mereka, Kopi Bayang. Dengan menggunakan teknik meraba dan merasakan, Kopi Bayang mampu mempersembahkan segelas kopi yang berkualitas bagi para penikmatnya. 

Tingginya semangat yang dimiliki Kopi Bayang mengantarkan mereka untuk mendapatkan hibah pada Program Aku Mampu Berbisnis DNetwork di Tahun 2023 yang berkolaborasi dengan Plan Indonesia melalui Green Entrepreneurhip Training.  Kopi Bayang telah mengembangkan branding dan juga teknik marketing bisnisnya sehingga telah memiliki alat-alat yang mendukung bisnis mereka. Tidak hanya itu, melalui Program Aku Mampu Berbisnis, Kopi Bayang mendapatkan relasi dan juga jejaring yang mendukung kegiatan berbisnisnya termasuk diantaranya undangan mengisi booth pada event-event yang dapat menambah visibility Kopi Bayang di masyarakat umum.   

Harapan Kopi Bayang, selain mereka bisa mendapatkan penghasilan melalui berbisnis, mereka juga dapat menginspirasi setiap orang bahwa hambatan penglihatan tidak menjadi penghalang bagi siapa saja untuk bekerja dan berkarya. Seperti halnya tim Kopi Bayang yang dapat membuat meracik minuman kopi walaupun mereka memiliki disabilitas sensorik netra.

Dengan terus berkomitmen pada inklusi dan kesetaraan, kita dapat menciptakan dunia kerja yang lebih inklusif bagi semua individu, termasuk penyandang disabilitas fisik. Dukung kesetaraan dan inklusi di tempat kerja dengan bergabung di DNetwork. Berikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk berkarir, sehingga mereka dapat berkontribusi pada perusahaan Anda. Bersama-sama kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan beragam, yang akan memperkaya budaya perusahaan dan mendorong inovasi baru.

Segera diskusikan dengan kami di WA atau Email dan mulailah membawa perubahan positif di dunia kerja!

Hai Sobat DNetwork 😊

#CeritaKerja kali ini datang dari Gek Ayu yang saat ini tengah bekerja sebagai Staf Pastry di Peppers Hotel Seminyak.

Sebagai salah satu user DNetwork, I Gusti Ayu Ariyanthi Pratiwi atau yang akrab dipanggil Gek Ayu merupakan penyandang disabilitas Tuli yang cukup aktif berkomunikasi dengan DNetwork mengenai info lowongan pekerjaan.

Secara berkala, Gek Ayu berkonsultasi dengan DNetwork baik secara online maupun datang langsung ke kantor untuk mendapatkan informasi lowongan pekerjaan. Memiliki skill di bagian Food and Beverages dengan spesifikasi Pastry, membuat Gek Ayu sangat tertarik di bidang Culinary and Hospitality.

Bekerjasama dengan Peppers Hotel Seminyak yang sedang membuka kesempatan kerja untuk penyandang disabilitas pada bagian pastry, DNetwork memberikan rekomendasi kepada Peppers Hotel mengenai kandidat yang potensial untuk lowongan tersebut. Selanjutnya, DNetwok menghubungi Gek Ayu untuk mengikuti tahapan rekrutmen sampai pada akhirnya diterima untuk bekerja di Peppers Hotel sebagai Staf Pastry sejak Desember 2023.

Berkat kerjasama dan juga kegigihanannya, kini Gek Ayu sudah bekerja dan bisa mandiri dan mampu untuk menghidupi keluarganya sebagai Ibu dengan disabilitas.

Dapatkan informasi terbaru untuk kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas melalui instagram @dnetwork_indonesia dan website www.dnetwork.net

Jika Anda berada di Sanur, Bali dan makan di Café Smorgas, maka ada kemungkinan Anda akan disambut dan dilayani oleh karyawan Tuli berbakat mereka, Ni Komang Lis Sapari dan I Putu Fantasia Sumeryana. Keduanya telah bekerja di Cafe Smorgas sejak 2016. Tim DNetwork dapat mewawancarai Bapak Johan Lassesson selaku Co Founder dari Cafe Smorgas dan Pak Gede yang merupakan Manajer Cafe. Mereka menjelaskan bahwa peluang kerja telah meningkatkan kepercayaan Lis dan Putu yang sangat pemalu ketika mereka mulai
bekerja di kafe.

Lis sebagai pramusaji sangat jeli saat bekerja dan secara proaktif menyapa dan melayani pelanggan. Dia bekerja sama dengan rekan kerjanya menerima pesanan. Dia mampu berkomunikasi menggunakan bahasa tertulis dan juga Bahasa Isyarat. Namun dia memiliki kesulitan dengan bahasa Inggris, sehingga ia akan meminta
bantuan rekan kerjanya ketika melayani pelanggan asing.

Cafe Smorgas juga mempekerjakan Putu yang bekerja sebagai Asisten Chef. Supervisor Putu berpendapat ia adalah pekerja keras dengan tanggung jawab yang tinggi. Selama bekerja ia menggunakan Bahasa Isyarat dan mampu berkomunikasi dengan baik dengan rekan kerjanya. Mr. Johan berpesan bahwa perusahaan harus bisa merangkul sektor disabilitas dan memberikan perlakuan yang setara terhadap semua karyawan.

Anda bisa membaca kisah Cafe Smorgas dalam mempekerjakan Tuli dan cerita sukses lainnya di buku panduan Ketenagakerjaan dan Sektor Disabilitas

 

Note: Cerita Kerja ini diambil pada tahun 2018

DNetwork bangga dapat bermitra dengan banyak organisasi inklusif di seluruh Indonesia, seperti Mövenpick Resort & Spa, di Jimbaran, Bali. Movenpick saat ini mempekerjakan dua pengguna layanan DNetwork, Purwa dan Aric, yang bekerja di Departemen Keamanan Mövenpick khususnya di bagian pengawas CCTV. Tugas Aric dan Purwa sangatlah penting, karena mereka memastikan keamanan hotel sehingga perlu untuk siap bekerja.

Kami mewawancarai Ibu Padma, Manajer Departemen Sumber Daya Manusia Mövenpick, tentang program Shine dari Mövenpick Hotel & Resort Corporate. Melalui program ini  Mövenpick Resort & Spa mempekerjakan 4 orang penyandang disabilitas. Setiap karyawan berhak mendapat upah pokok yang diberikan mengikuti standar Kabupaten Badung. Selain itu mereka juga mendapatkan tunjangan transportasi dan juga benefit lainnya seperti BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. Di samping itu mereka juga bisa menikmati kemudahan in-house clinic yang tersedia.

Ibu Padma sudah mengetahui tentang DNetwork beberapa waktu lalu, namun baru bisa bekerjasama melakukan perekrutan ketika beliau memimpin Human Resource Department. “Saya bisa langsung mengambil keputusan apa yang harus dilakukan dan bagaimana prosesnya.”, tuturnya.

Selain itu Ibu Padma juga membiasakan diri saya untuk tidak memaka istilah disabilitas atau berkebutuhan khusus. Menurutnya mereka justru special karena dengan kondisinya yang memiliki keterbatasan mereka juga bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sama berkualitasnya dengan pekerja lainnya.

Wawancara kami dengan Ibu Padma juga bisa Anda simak di laman YouTube DNetwork melalui link ini www.youtube.com/watch?v=QTv9BjJfw3I

Untuk perekrutan penyandang disabilitas di perusahaan Anda silakan hubungi kami melalui bit.ly/kontakdnetwork atau email ke [email protected]

 

Note: Wawancara ini diambil pada tahun 2019

Reika Safira bekerja di bagian Kasir di Alfamidi. Sehari-hari ia bertugas melayani pelanggan, melakukan penawaran, dan juga menata barang di toko. Ini bukanlah pertama kali ia bekerja, sebelumnya ia juga pernah bekerja di gerai hand phone.

Di awal masa bekerja Reika sempat mengalami kesulitan karena system kerja berdasarkan shift yang mengharuskan ia bekerja di waktu yang berbeda tiap harinya. Ia juga sempat merasa lelah karena harus lama berdiri. Namun seiring berjalannya waktu ia menjadi lebih terbiasa dan kini bisa melakukan pekerjaannya dengan lebih baik.

“Untuk teman-teman disabilitas, jangan menyerah. Kita harus bisa berusaha agar sama seperti yang lainnya yang sudah bekerja.”, pesannya di akhir wawancara.

Wawancara lengkap dengan Reika dapat Anda simak melalui link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=EcfZu2jdxWs

 

Untuk perekrutan penyandang disabilitas di perusahaan Anda silakan hubungi kami melalui bit.ly/kontakdnetwork atau email ke [email protected]

 

Note: Wawancara ini diambil pada tahun 2019

 

Foto: Fiona Rezky Adelin - Karyawan Call Centre InfoMedia Jakarta

 

Dalam melamar pekerjaan, tentunya banyak tahapan yang harus dilalui. Mulai dari mengirim surat lamaran, interview, dan tahapan lainnya. Proses tersebut harus dilalui dengan semangat dan telaten, seperti yang dilakukan Fiona Rezky Adelin. Ia adalah seorang penyandang disabilitas fisik asal Jakarta yang saat ini bekerja di Call Centre InfoMedia Jakarta. Setelah melalui beberapa tahapan tes, akhirnya Fiona diterima bekerja di InfoMedia. Disamping kemampuan menjawab saat interview, menurut Fiona pengalaman dan skill juga cukup diperlukan karena kita masih harus melalui tahapan training yang menentukan akan dikontrak kerja atau tidak.

Sejak tahun 2020, Fiona mulai bekerja di InfoMedia dan bertugas meng-handle telepon masuk dari nasabah yang membutuhkan informasi atau adanya komplain. Fiona juga harus bisa multitasking untuk terlibat mengurus sosial media perusahaan. Sampai saat ini Fiona belum mendapatkan kendala dalam pekerjaannya dan Fiona juga cukup disenangi oleh atasan serta rekan kerjanya.

“Berusaha, berdoa, dan bekerja keraslah sampai kalian bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Libatkan Tuhan dalam kondisi apapun itu,” ujar Fiona ketika diminta memberi motivasi untuk teman-teman disabilitas lainnya.

PT RJH Group adalah perusahaan makanan yang berlokasi di Sanur, Bali. PT. RJH memproduksi roti, gelato, pasta, sosis, dan produk makanan lainnya. Perusahaan ini adalah perusahaan inklusif yang banyak mempekerjakan penyandang disabilitas.

Salah satu karyawan Tuli mereka, Ni Nyoman Miniasih, dipromosikan sebagai Kepala Baker karena hasil kerjanya yang luar biasa pada bagian produksi roti. Dia juga bisa memberikan arahan kepada rekan kerjanya tentang cara memproses produksi roti.

Selain itu perusahaan juga mempekerjakan Candra, pengguna kruk yang bekerja sebagai staf akuntansi dan Wayan yang bekerja untuk produksi pasta. PT. RJH Group selalu menekankan pentingnya kemampuan karyawan untuk mencapai tugas mereka

dan setiap karyawan memiliki kesempatan yang sama untuk perkembangan karirnya.

The Conrad Bali, sebuah hotel mewah di bawah Hilton Group yang berlokasi di Nusa Dua, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif melalui program CSR mempekerjakan karyawan dengan disabilitas. DNetwork mewawancarai Asisten Manajer Sumber Daya Manusia Conrad Bali, Bapak Surya, yang menjelaskan bahwa perusahaan menghargai keragaman tenaga kerja. Beberapa upaya yang dilakukan diantaranya meningkatkan partisipasi perempuan, mempekerjakan tenaga kerja dari berbagai latarbelakang budaya, dan mempekerjakan penyandang disabilitas. Hal ini telah memperkuat keunggulan kompetitif The Conrad Bali karena ide dan strategi yang tak terduga sering muncul akibat adanya keragaman budaya di lingkungan kerja.

Melalui kolaborasi dengan DNetwork, The Conrad Bali saat ini mempekerjakan dua karyawan Tuli: Ayu Lasmi dan Komang Sumedana. Ayu ditugaskan di area kantin karyawan. Dia menunjukkan antusiasme yang tinggi di tempat kerja dan selalu berpenampilan rapi. Rekan kerjanya tidak merasa sulit untuk berkomunikasi dengannya karena pribadinya yang mudah bergaul dan selalu aktif.

Sumedana bekerja di Departemen House Keeping dan kemudian dipromosikan ke Departemen Laundry. Awal mula bekerja, Sumedana sempat tidak percaya diri dengan kemampuannya. Namun supervisornya terus mendukungnya dan setelah 3 bulan dia mampu menunjukkan kemajuan dalam bekerja. Hal ini juga meningkatkan kepercayaan dirinya secara signifikan.