Dalam kemajuan teknologi saat ini, kita telah menyaksikan perubahan besar dalam lingkungan kerja. Salah satu perubahan paling terlihat adalah bergesernya kita ke arah bekerja jarak jauh. Meskipun begitu, kita tidak boleh melupakan pentingnya memasukkan karyawan dengan disabilitas dalam proyek kolaboratif. Ini tetap menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan yang ingin mempertahankan nilai-nilai inklusif.

Strategi yang dapat dilakukan

Sekarang, mari kita bahas bagaimana strategi perusahaan agar dapat merancang proyek kolaboratif yang memperhitungkan berbagai jenis disabilitas dan memastikan kontribusi yang efektif.

Penugasan Peran yang Tepat

Salah satu kunci utama dalam mengintegrasikan karyawan dengan disabilitas dalam proyek kolaboratif adalah dengan memahami  keahlian dan keterampilan dari setiap individu secara cermat. Perusahaan harus memastikan bahwa tugas yang diberikan sesuai dengan kemampuan dan keterampilan karyawan tersebut. Ini berarti mencari peran yang dapat mereka lakukan dengan baik, dengan memperhitungkan kebutuhan khusus yang mungkin mereka miliki. Sebagai contoh, karyawan dengan disabilitas visual mungkin lebih efektif dalam analisis data atau pemrosesan teks, sementara yang memiliki disabilitas motorik dapat menonjol dalam penelitian dan perencanaan. 

Kolaborasi Online yang aksesibel:

Ketersediaan platform kolaborasi yang mendukung pekerjaan tim, terlepas dari jarak fisik, adalah kunci. Dalam hal ini, pemilihan alat kolaborasi yang memperhitungkan beragamnya anggota tim adalah hal yang sangat penting. Aplikasi kolaboratif yang mendukung aksesibilitas. Seperti dukungan pembaca layar atau penggunaan navigasi keyboard, memastikan semua anggota tim dapat berpartisipasi dengan baik. Pastikan juga bahwa tim memahami cara menggunakan alat-alat ini dan memiliki akses ke dukungan teknis ketika diperlukan.

Komunikasi yang Ramah Disabilitas:

Komunikasi yang efektif adalah pondasi dari kolaborasi yang sukses. Perusahaan harus memastikan bahwa cara komunikasi yang digunakan memperhitungkan berbagai kebutuhan komunikasi yang mungkin dimiliki oleh karyawan dengan disabilitas. Misalnya, karyawan dengan disabilitas pendengaran dapat memerlukan terjemahan bahasa isyarat atau teks alternatif. Jadwal rapat yang fleksibel dan memberikan pemberitahuan sebelumnya memungkinkan karyawan untuk menyesuaikan lingkungan kerja mereka sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Baca juga: 

Ramah Disabilitas dengann Innklusi dan Kesetaraan Kerja 

Contoh Penerapan

kita dapat menemukan sejumlah perusahaan terkemuka yang telah menunjukkan dukungan sungguh-sungguh terhadap inklusi karyawan dengan disabilitas dalam proyek kolaboratif. Salah satu contoh terbaik adalah XyzTech, sebuah perusahaan teknologi ternama yang telah mengambil langkah-langkah luar biasa dalam hal ini. Mereka tidak hanya berfokus pada memastikan alat-alat kerja mereka sesuai dengan pedoman aksesibilitas, tetapi juga memberikan perhatian khusus dengan membentuk tim dukungan internal. Tim ini hadir untuk memberikan bantuan kepada karyawan dengan disabilitas yang mungkin menghadapi kendala teknis dalam menjalankan tugas mereka.

Langkah konkret seperti ini mencerminkan semangat dan komitmen sejati XyzTech untuk menciptakan lingkungan kerja yang ramah disabilitas. Ini  merupakan sebuah upaya nyata untuk memberikan dukungan dan peluang kepada semua anggota tim, tanpa terkecuali. Tindakan positif seperti ini adalah contoh bagaimana perusahaan dapat membuat perubahan yang berarti dan memastikan bahwa semua karyawan dapat berkembang dan memberikan kontribusi mereka secara optimal.

Saat mengintegrasikan karyawan dengan disabilitas dalam proyek kolaboratif, kita akan menghadapi tantangan nyata. Namun, tantangan ini harus dilihat sebagai kesempatan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan beragam. Selain itu, kami ingin mengajak Anda untuk berkolaborasi dengan DNetwork, sebuah platform jaringan kerja disabilitas yang berkomitmen pada inklusifitas dunia kerja. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih ramah disabilitas dan memberi semua individu kesempatan untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi. 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami via Email di; [email protected].

Dalam masyarakat yang semakin menyadari inklusi dan kesetaraan, penting bagi kita untuk menciptakan lingkungan kerja yang ramah dan inklusif bagi semua individu, termasuk disabilitas. Disabilitas adalah bagian dari keberagaman manusia yang harus kita hormati, bukan menjadi penghambat kesempatan kerja dan peningkatan karir.

Disabilitas dan Dampaknya Bagi Dunia Kerja

Disabilitas mencakup berbagai kondisi yang dapat mempengaruhi mobilitas fisik, kemampuan sensorik, kesehatan kognitif atau mental seseorang. Sayangnya, asumsi dan stereotip negatif tentang disabilitas masih ada di tengah masyarakat, termasuk di dunia kerja. Hal ini dapat menyebabkan stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas, yang mengarah pada terbatasnya akses ke pekerjaan dan peluang karir.

Dampak dari stigma dan diskriminasi ini sangat merugikan masyarakat dan perusahaan. Banyak penyandang disabilitas berbakat dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi organisasi, tetapi peluang ini terkadang terbatas karena berbagai hambatan dalam inklusi dan kesetaraan.

Pentingnya Inklusi dan Peluang Kerja untuk Disabilitas

Mengkampanyekan inklusi dan kesetaraan untuk kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas merupakan tugas bersama seluruh masyarakat, termasuk perusahaan dan pemerintah. Beberapa alasan mengapa inklusi dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas penting adalah sebagai berikut:

Keanekaragaman dan Kreativitas

Menyediakan lingkungan kerja yang inklusif akan memunculkan bakat dan perspektif baru. Ini mendorong kreativitas dan inovasi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesuksesan perusahaan.

Kepuasan Karyawan

Menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah disabilitas akan meningkatkan kepuasan karyawan secara keseluruhan. Karyawan yang merasa dihargai dan didukung cenderung lebih produktif dan berdedikasi.

Reputasi Perusahaan

Perusahaan yang mengadopsi praktik inklusif akan memiliki reputasi yang baik sebagai tempat kerja yang adil. Ini akan menarik bakat terbaik dari berbagai latar belakang.

Kepatuhan Hukum

Negara telah mengeluarkan undang-undang yang melindungi hak-hak pekerja penyandang disabilitas serta mempromosikan inklusi dan kesetaraan di tempat kerja. Menyediakan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas merupakan persyaratan hukum yang harus dipatuhi oleh perusahaan.

Langkah-langkah untuk Membangun Dunia Kerja yang Inklusif

Membangun dunia kerja yang inklusif dan ramah disabilitas membutuhkan komitmen semua pihak. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif:

Edukasi dan Pelatihan

Memberikan pelatihan dan edukasi kepada seluruh karyawan tentang inklusi dan kesetaraan disabilitas merupakan langkah penting untuk mengubah persepsi dan sikap yang mungkin masih ada.

Tinjauan Kebijakan

Meninjau kebijakan dan praktik perusahaan untuk memastikan tidak ada hambatan atau diskriminasi terhadap karyawan penyandang disabilitas.

Akomodasi

Bekerja dengan penyandang disabilitas untuk menyediakan akomodasi yang diperlukan agar mereka dapat bekerja secara efektif.

Rekrutmen yang Adil

Memastikan bahwa proses rekrutmen tidak diskriminatif dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua pelamar, termasuk penyandang disabilitas.

Pengembangan Karir

Memberikan kesempatan kepada tenaga kerja disabilitas untuk mengembangkan karir melalui pelatihan dan promosi sesuai dengan prestasinya.

Baca juga: 

DNetwork Dukung Penyandang Disabilitas Melalui Aku Mampu: Bekerja di Era Digital

Kolaborasi

Berkolaborasi dengan lembaga atau organisasi yang berfokus pada pewujudan lingkungan kerja yang inklusif, dapat membantu menemukan talenta berbakat dari penyandang disabilitas.

Menyediakan  kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas merupakan langkah penting dalam menciptakan dunia kerja yang lebih beragam dan adil. Perusahaan memiliki peran kunci dalam mendorong perubahan ini dengan menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.

Salah satu langkah konkrit untuk menciptakan inklusi dan kesetaraan dalam dunia kerja adalah berkolaborasi dengan DNetwork sebagai mitra strategis. DNetwork adalah platform inovatif yang bertujuan untuk menjadi penghubung antara penyandang disabilitas dan dunia kerja. Platform ini menjadi jaringan bagi perusahaan dan organisasi untuk mencari dan merekrut karyawan berbakat dengan berbagai latar belakang, termasuk disabilitas.

Bagi penyandang disabilitas, DNetwork merupakan pintu masuk untuk mengeksplorasi peluang karir, mengasah keterampilan, dan berkontribusi pada dunia kerja.

Jadi, mari bergabung bersama DNetwork dan berperan aktif dalam menciptakan dunia kerja yang inklusif dan adil untuk semua. 

Temukan pentingnya inklusi dan kesetaraan bagi karyawan disabilitas dalam dunia kerja. Menuju lingkungan kerja yang inklusif bersama DNetwork. 

Ketika kita berbicara tentang perluasan kesempatan kerja disabilitas, kita juga berbicara tentang membuka pintu menuju impian dan potensi yang mungkin dibatasi oleh hambatan fisik dan sosial. Di era inklusivitas dan kesempatan yang setara, mengupayakan akses yang sama terhadap karir bagi semua individu merupakan tugas mendesak dan panggilan moral.


Upaya untuk mengatasi tantangan
Keberagaman adalah kekayaan, dan memastikan bahwa setiap orang memiliki akses yang sama terhadap peluang karir adalah prinsip mendasar. Artikel ini bertujuan untuk menyoroti betapa mendesaknya upaya ini, serta menyoroti potensi dan aspirasi luar biasa yang dimiliki kaum muda penyandang disabilitas. Lebih dari sekedar menyediakan lapangan kerja, ini juga tentang memberi mereka kesempatan untuk berkembang, berkontribusi dan mewujudkan impian mereka.


Tantangan Pendidikan dan Karir
Langkah pertama dalam mendukung kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas muda adalah mengatasi tantangan yang mereka hadapi dalam mencapai pendidikan dan memasuki dunia kerja. Mereka seringkali menghadapi hambatan fisik, seperti terbatasnya aksesibilitas, serta hambatan sosial dan ekonomi yang mungkin membatasi peluang mereka. Tak hanya itu, stigma dan persepsi negatif juga bisa menjadi kendala dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu, penting untuk merangkul pendidikan inklusif dan menciptakan lingkungan di mana penyandang disabilitas dapat tumbuh dan berkembang.


Pentingnya Pendidikan Inklusif
Pendidikan inklusif berperan penting dalam mempersiapkan generasi muda penyandang disabilitas menghadapi tantangan di dunia kerja. Dalam lingkungan pendidikan inklusif, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan akademis, namun juga belajar menghargai perbedaan dan bekerja secara efektif dalam kelompok yang beragam. Pendidikan ini memberikan landasan yang kokoh untuk membangun karir yang sukses. Melalui integrasi yang lebih baik dalam sistem pendidikan, generasi muda ini akan mempunyai kesempatan untuk mengembangkan potensinya tanpa batasan.


Peran Sekolah dalam Pendidikan Keterampilan
Sekolah mempunyai tanggung jawab besar dalam memberikan dukungan kepada generasi muda penyandang disabilitas. Selain memberikan pendidikan akademis, sekolah juga dapat mengembangkan keterampilan sosial, komunikasi, dan pemecahan masalah yang penting dalam dunia kerja. Program pendidikan keterampilan juga harus dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan individu, membantu mereka mengasah keterampilan sesuai minat dan potensinya. Dengan memberikan pelatihan yang relevan, sekolah dapat membantu generasi muda penyandang disabilitas agar lebih siap menghadapi tantangan yang ada di dunia kerja.


Artikel terkait:
Pengen Rekrut Talent Dengan Disabilitas, Tapi Ga Tau Mulai Dari Mana?


Program Pelatihan dan Magang
Untuk menutup kesenjangan antara pendidikan dan dunia kerja, program pelatihan dan magang merupakan langkah penting. Program ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan yang telah mereka pelajari, namun juga membantu generasi muda penyandang disabilitas mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian. Melalui pengalaman nyata di lingkungan kerja, mereka dapat memahami dinamika industri dan merasa lebih siap menghadapi tuntutan dunia profesional. Program ini juga membuka kesempatan bagi perusahaan untuk mengenal calon karyawan dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam.


Pendampingan dan Dukungan
Pendampingan merupakan unsur yang sangat penting dalam membantu generasi muda penyandang disabilitas mencapai kesuksesan. Mentor dapat memberikan panduan berharga, berbagi pengalaman pribadi, dan membantu mereka merumuskan tujuan karier yang jelas. Selain itu, dukungan emosional dari seorang mentor dapat membantu mengatasi perasaan ketidakpastian dan kecemasan yang sering muncul di tengah tantangan dalam mengupayakan kesempatan kerja disabilitas. Koneksi dalam pendampingan juga membuka pintu bagi generasi muda untuk membangun jaringan yang kuat, untuk dapat membantu mereka dalam mencari pekerjaan dan pengembangan karir.


Kerjasama dengan Perusahaan
Penting untuk melibatkan perusahaan dalam upaya mendukung peluang untuk kesempatan kerja disabilitas. Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perusahaan dapat menghasilkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri. Pengusaha juga dapat berperan dalam menyediakan magang, pekerjaan paruh waktu, atau bahkan pekerjaan penuh waktu bagi mereka yang siap. Dengan membuka pintu untuk kolaborasi semacam ini, kita tidak hanya menciptakan peluang bagi generasi muda penyandang disabilitas, namun juga mendorong perusahaan untuk mengadopsi inklusivitas dalam budaya organisasi mereka.


Mendukung kesempatan kerja disabilitas dan mengupayakan untuk membukakan peluang kerjanya merupakan langkah penting menuju masyarakat inklusif. Melalui pendidikan inklusif, pelatihan dan pendampingan, kita akan membuka pintu menuju potensi yang tidak terbatas. Bergabunglah dengan kami di DNetwork, platform jaringan kerja disabilitas, melalui email atau WhatsApp, dan ikuti juga berbagai kegiatan serta info pengembangan karir disabilitas di instagram kami.


Mari bersama-sama menciptakan dunia kerja yang beragam dan inklusif.

Artikel dibuat oleh Ismail, kontributor Netra yang berkolaborasi dengan Suarise Indonesia.

READY TO WORK: GREEN ENTREPRENEURSHIP

Turning Ideas into Marketable Products and Services

 

The Training

In collaboration with Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) and Citi Foundation, DNetwork has successfully conducted an entrepreneurship program in 2023 called Ready to Work: Green Entrepreneurship. This entrepreneurial program aimed to assist young entrepreneurs with disability to realise their business ideas into marketable products and services.

 

Ready to Work: Green Entrepreneurship started on the 22nd of February 2021 with 20 selected youth with disability who had diverse business ideas and came from different regencies in Bali. Participants received eight sessions of entrepreneurial training from February to May. This entrepreneurial training included an introduction to green entrepreneurship, planning for business strategy, financial planning, business implementation, and how to create a pitch deck.

 

 

The Mentorship

These 20 participants were then required to create a business proposal (individually or as a group) and compete for grant funds of as much as 2 million Rupiahs per business idea and one month of mentoring sessions to establish their businesses. In the end, 13 people from 10 business ideas could successfully launch their businesses. From the mentorship sessions, participants focused more on researching and developing their products & services, building branding and marketing strategies, and preparing their pitch decks for the market day.

 

 

Business Owners and Their Businesses

After five months of training and mentoring, the participants had successfully established their products and services. On the 14th of July 2023, 13 participants had the opportunity to showcase their businesses at the Annika Linden Centre.

 

Sunar Sanggita by Wiguna

Wiguna is a person with blindness and reduced function of hearing. He established Sunar Sanggita based on his interest in music. Sunar Sanggita offers music courses, a self-recording studio and entertainment for events. During the showcasing day, three people signed up for Sunar Sanggita’s music courses. Moreover, Sunar Sanggita gained some new networks for future potential events.

Wiguna and his team are presenting Sunar Sanggita to the guests.

 

Bali Mahasadu by Aditya and Ari

Gus Adit established Bali Mahasadu in 2018 as a massage clinic specialising in ‘blind massage therapy’. However, this year, Gus Adit finally made his dream come true to create his herbal products: herbal incense sticks, hot and aromatic massage oil, and red ginger powder. Ari, who is also a massage therapist (also recently married to Gus Adit), decided to be fully involved in Bali Mahasadu product development, from prototyping to brand development. During the showcasing day, Bali Mahasadu sold almost 100% of the products they prepared and received nearly IDR 1,500,000. Moreover, Bali Mahasadu received several invitations from the guests to get involved in a podcast and film, become speakers at a business event, and participate in product collaboration.

 

Gus Adit (left) and Ari (right) are posing behind their products.

 

Yuki Camilan by Yuki

From her enjoyment of cooking food, Yuki established a culinary business called Yuki Camilan. Yuki is a young, energetic lady with low vision who loves cooking fried Indonesian snacks. Her specialty is lumpia (spring rolls), pisang goreng (fried bananas), and tahu isi (fried tofu filled with vegetables). On the showcasing day, Yuki could earn over IDR 900,000 and invitations as an event snack vendor.

 

Yuki explains her snacks to the guests.

 

Dupa Kartika by Kartika

Because of the high demand for incense sticks for Balinese rituals, Kartika took the opportunity to create her incense stick business called Dupa Kartika. Dupa Kartika is available in three fragrances: Mawar (rose), teratai (lotus), and cempaka (magnolia). During the showcasing, Kartika sold 58 boxes of her incense sticks and received IDR 1,160,000. Moreover, Kartika also received an opportunity to collaborate with an investor to produce her incense sticks in a big batch. With support from her teachers and classmates at YPK Bali, Kartika received many online orders that should be delivered within a week. Kartika can also empower her classmates to help her market Dupa Kartika.

Kartika poses with her teacher and the head of organisation of YPK Bali

 

Indah Dewi Make Up by Indah

Indah is a student from Special Needs School Number 2 of Denpasar. She has a high interest in make-up and a hairdo and has been voluntarily helping her school do make-up and a hairstyle for events and graduation. Because her friends requested make-up and a hairdo, Indah turned this demand into an Indah Dewi Make-Up business. Indah received much appreciation from the guests for her beautiful techniques in applying make-up and styling hair. Although she is a person with deafness, she can communicate well with her clients.

Indah (right) showing off her makeup and hairdo she did on her model (left).

Crystal Foo Perfume by Crystal

Crystal is an energetic student and has a high interest in fragrance. Assisted by her parents, she created her perfume brand using her name, Crystal Foo Perfume.  Crystal Foo Perfume has 26 male, female, and unisex aromas packaged in 30 ml bottles. During the showcasing day, assisted by her teacher as a sign language interpreter, she sold 47 perfume bottles and obtained IDR 2,350,000 in one day. Crystal had the highest revenue on the showcasing day compared to other businesses.

Crystal and her products before the showcasing started.

 

Annora PAS by Prima

Prima is a youth with physical disability with plenty of creative ideas. She created Annora PAS, which focuses on a craft made from popsicle sticks, such as coasters, bookshelves, and wall decorations. Prima sold seven products of arts and received IDR 112,000. Moreover, Prima received an offer from the Women with Disability Association in Bali as a tenant during their events.

Prima explains her businesses and products to the guests.

 

Kopi Bayang by Gus De and Jery

Kopi Bayang became the most visited booth during the showcasing day. Initiated by Gus De and Jery, two best friends with blindness who are also fascinated with coffee, Kopi Bayang wanted to show people how baristas with blindness can brew coffee for their customers. Available in three ways of brewing: Aeropress, V60 and Vietnam drip, the Kopi Bayang team could sell their product for as much as IDR 935,000. Kopi Bayang also received several opportunities to get involved in a short film and to sell their products during several events, including an event created by the Ministry of Cooperatives and SMEs of the Republic of Indonesia.

The Kopi Bayang team (left to right: Jery, Mudra, Gus De, and Iwan)

 

Netra Bali Merchandise by Juli and Rivan

Netra Bali Merchandise (NBM) is a business that focuses on environmentally friendly fashion from their materials and the printing process. Juli and Rivan also wanted to promote Balinese culture and scenery through the images printed on their t-shirts. NBM received IDR 600,000 from their sales on the showcasing day. Moreover, they also received some orders for custom-made t-shirts for groups, organisations, and companies.

 

The Annika Linden Centre staff introduces Bali Netra Merchandise before NBM’s pitch deck.

 

TAS by Namira by Namira

Namira learnt how to use a sewing machine from her school, one of the special needs schools in Denpasar, and proceeded to make fashion products for her school project. She made bags of calico fabric for her business and added colourful drawings using a hand-print method. The guests bought as many as 40 bags, allowing TAS by Namira to receive a total revenue of IDR 1,020,000. Moreover, some guests planned to order hundreds of Namira’s products to be rebranded using their guests’ company branding.

A photo of Namira's bag

The guests are looking at TAS by Namira.

 

 

Thank you to Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) and Citi Foundation for creating an impactful program for people with disability in Bali!

DNetwork terus berupaya untuk menghubungkan pencari kerja disabilitas dengan perusahaan-perusahaan yang terbuka dan mendukung dunia kerja yang inklusif.

Saat ini DNetwork berpartner dengan Ayana Resort and Spa di Nusa Dua yang mempekerjakan dua karyawan Tuli : Gunawan dan Adit. Gunawan bekerja di departemen Florist (Penata Bunga) dan Adit di bagian Garde Manger (menyiapkan makanan dingin).

“Penting bagi kami untuk memilih mitra yang tepat yang sejalan dengan nilai-nilai kami. DNetwork dalam hal ini merupakan partner yang tepat, mengingat upaya dan kepedulian mereka yang tidak ada tandingannya.” ujar Clive Edwards, General Manager Ayana Resort and Spa. 

Ayana Resort and Spa adalah salah satu mitra terbaik DNetwork. Tim DNetwork tentunya bangga dapat bekerjasama dengan banyak organisasi dan perusahaan terkemuka di seluruh Indonesia menyediakan lapangan kerja dan berupaya untuk menghapus stigma yang melekat pada penyandang disabilitas.

Untuk informasi lebih lanjut tentang cara bermitra dengan DNetwork, lowongan saat ini atau pencapaian terbaru, silakan kunjungi www.dnetwork.net.

Staf DNetwork hadir dalam Bursa Kerja Kementerian Tenaga Kerja di Jawa Timur dan Bali yang diadakan pada September 2018. Dalam kegiatan tersebut DNetwork memberikan konsultasi dan saran kepada pencari kerja disabilitas, serta menerima lamaran pekerjaan untuk lowongan yang terbuka saat ini. Menghadiri Bursa Kerja merupakan agenda tahunan DNetwork. Pada Bursa Kerja di Bali dan Jawa Timur total lebih dari 50 pencari kerja disabilitas hadir dan berkonsultasi dengan DNetwork. Mereka juga berkesempatan untuk melamar lowongan kerja yang tersedia di platform DNetwork. Tidak hanya itu, para pencari kerja juga dapat mengunjungi booth perusahaan lain untuk mendiskusikan peluang kerja potensial yang ada di perusahaan tersebut. Semangat para pencari kerja inilah yang menjadi sumber inspirasi kami di DNetwork.

DNetwork adalah platform bagi perusahaan mengiklankan lowongan kerja dan membantu menghubungkan perusahaan dengan pencari kerja potensial. DNetwork juga menjalin hubungan baik dengan Dinas Ketenagakerjaan di banyak provinsi sehingga dapat menghadiri acara yang diadakan Dinas Ketenagakerjaan seperti bursa kerja. Dukungan yang diberikan merupakan wujud kepercayaan pemerintah atas kinerja DNetwork dan juga peranan penyandang disabilitas di dunia kerja di Indonesia. Di Bulan Oktober nanti DNetwork juga akan mendapat kesempatan untuk bertemu dengan pencari kerja dan perusahaan melalui bursa kerja

Belum sempat mengikuti Kelas WhatsApp DNetwork? Tenang.. kita ada ringkasannya. Simak di bawah ini, ya!

 

 

Halo teman-teman! Apa kabar semuanya?

Semoga masih semangat di siang menuju sore ini untuk mengikuti Kelas DNetwork hari ini. Perkenalkan nama saya Saniy, saya dari E.thical, sebuah organisasi yang menyediakan Program Pendidikan Kewirausahaan Berkelanjutan bagi anak-anak muda di Indonesia khususnya mereka yang tinggal di daerah terluar dan terpencil Indonesia agar mereka dapat memiliki kesempatan untuk belajar mengenai kewirausahaan dan mengembangkan diri mereka, serta berkontribusi dalam penguatan perekenomian di daerah. E.thical telah melakukan program pertama kami pada tahun lalu di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur bersama dengan 23 anak muda dan saat ini kami masih melakukan pendampingan bagi 12 bisnis ide yang terpilih dari program kami.

 Nah! Hari ini saya akan membantu teman-teman untuk memahami prinsip-prinsip pemasaran dan bagaimana teman-teman dapat merencanakan strategi pemasaran di dalam usahanya sehingga usaha teman-teman bisa lebih dikenal oleh konsumen dan masyarakat luas. Kita mulai ya!

Apa sih pemasaran itu? Atau dalam bahasa inggrisnya kita mengenal dengan kata Marketing. Jadi, Pemasaran adalah suatu proses atau kegiatan menyeluruh, terpadu dan terencana, yang dilakukan oleh sebuah bisnis atau usaha untuk memperkenalkan barang atau jasanya kepada calon konsumen. Maksudnya menyeluruh disini adalah prosesnya. 

Ketika teman-teman menetapkan produk atau jasa yang ingin teman-teman jual, kemudian menetapkan harga, mempromosikan produk atau jasa tersebut, dan mendistribusikan atau mengirimkannya kepada calon konsumen, maka *keseluruhan proses tersebut adalah kegiatan pemasaran*. Minggu lalu teman-teman belajar mengenai kebutuhan pasar atau bagaimana produk atau jasa teman-teman dapat memenuhi kebutuhan calon konsumen. Nah, aktivitas tersebut juga merupakan sebuah kegiatan pemasaran. 

Pemasaran biasanya memiliki target jangka panjang, tidak hanya untuk  memastikan produk atau jasa kita terjual saja, tetapi juga memastikan terciptanya hubungan yang baik dan positif antara bisnis kita dengan konsumen sehingga mereka tetap percaya dan setia dengan usaha kita, bahkan bisa menjadi pelanggan. 

Nah untuk melakukan aktivitas komunikasi pemasaran, teman-teman juga perlu membangun identitas usaha atau brand. Bagaimana caranya?

Untuk membahas apa itu brand, saya beri contoh ya, Gojek misalnya, sebuah bisnis transportasi online yang cukup terkenal di Indonesia. Saya mau bertanya, kira-kira apa yang teman-teman pikirkan ketika mendengar kata Gojek atau melihat logo hijau dengan lingkaran dan nama Gojek? 

 Apakah Gojek menjadi pilihan pertama teman-teman ketika membutuhkan transportasi atau butuh jasa antar beli makanan misalnya? 

Jika iya, maka Gojek telah berhasil membuat identitasnya atau brandnya melekat di pikiran teman-teman dalam bidang jasa transportasi online. 

 Walaupun mungkin ada usaha sejenis Gojek yang juga terkenal di Indonesia. Nah dalam hal ini, Gojek telah berhasil mempengaruhi teman-teman untuk menaruh kepercayaan kepada Gojek dibandingkan yang lain. 

 Mungkin teman-teman bertanya, apa yang dilakukan Gojek sehingga mereka bisa mempengaruhi keputusan teman-teman?

 

Ada beberapa hal yang dilakukan oleh sebuah bisnis atau usaha untuk bisa mendapatkan perhatian calon konsumennya. Selain melakukan aktivitas Pemasaran, ada lagi hal penting sebelum kita mulai memasarkan produk atau jasa yang usaha kita miliki, yaitu identitas brand atau proses branding. 

 Sebuah brand dapat mudah dikenali dengan berbagai cara:

  1. Nama merek atau usaha
  2. Logo usaha
  3. Tampilan visual lainnya seperti desain produk, desain kemasan, warna khas.
  4. Suara khas dari usaha, dapat berupa lagu atau jingle misalnya. 
  5. Sosok pendiri atau pekerja dari usaha. Kenapa ini penting? Biasanya hal ini dapat mempengaruhi keputusan konsumen di dalam membeli suatu produk atau jasa. Saat ini sudah banyak konsumen yang ingin tahu dan mengenal orang-orang dibalik produk atau jasa yang mereka beli sehingga mereka merasa lebih dekat dengan brand kita dan akhirnya menjadi pelanggan. 
  6. Kata-kata atau gaya berkomunikasi. Nah ini dapat berupa tagline atau slogan dari usaha teman-teman atau gaya bahasa yang digunakan ketika berkomunikasi dengan calon konsumen baik online maupun offline. Apakah bahasa yang digunakan informal, formal, profesional, atau inspiratif misalnya.

 Yang paling penting dalam tahap ini adalah pastikan usaha atau merk teman-teman memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh usaha-usaha lain yang sejenis dengan usaha kalian. Berikan nilai-nilai unik yang membuat calon konsumen lebih memilih produk atau jasa yang kamu jual dibandingkan yang lain. 

 Semoga penjelasan saya membantu teman-teman untuk memiliki pemahaman yang lebih baik lagi mengenai cara membangun merek atau brand ya, sebelum kita masuk ke bagian Rencana Pemasaran.

Selanjutnya, setelah teman-teman mengetahui hal-hal yang mendukung kegiatan pemasaran, seperti pembentukan branding tadi. Saatnya kita membuat Rencana Pemasaran! 

Dalam melakukan Pemasaran, penting bagi teman-teman untuk membuat rencananya terlebih dahulu sebelum memulai eksekusi. Hal ini dilakukan agar kegiatan pemasaran yang dilakukan dapat tepat sasaran sesuai dengan target yang ingin teman-teman capai dan memiliki dampak yang lebih efektif jika dibandingkan dilakukan tanpa rencana atau mendadak. 

Ingat! untuk menjaga usaha atau bisnis tetap berkelanjutan, sebuah usaha butuh kegiatan Pemasaran di dalamnya. Namun, pemasaran tidak melulu berbicara tentang bagaimana produk kita bisa laku terjual, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat membangun koneksi dengan konsumen sehingga konsumen tetap loyal menggunakan produk atau jasa kita. 

Di dalam Rencana Pemasaran, terdapat beberapa hal yang harus dibuat, yaitu Target Pemasaran, Strategi Pemasaran, Anggaran, dan Tolok Ukur. Kita mulai bahas satu persatu ya :) 

Dan untuk mempermudah penjelasannya, berikut juga saya kirimkan format kanvas Rencana Pemasaran yang bisa teman-teman pakai untuk membuat Rencan Pemasaran bisnisnya.

Di dalam membuat Target Pemasaran, penting bagi teman-teman untuk mengetahui bagaimana tahapan-tahapan yang dilewati oleh konsumen dalam berinteraksi dengan usaha atau bisnis kita. Seiring dengan semakin majunya teknologi dan semakin beragamnya cara bagi bisnis untuk memasarkan produk atau jasanya, hasil dari sebuah kegiatan pemasaran tidak harus selalu terkait dengan penjualan. 

Tahapan yang konsumen lewati ada 4 tahap. Kalau dalam gambar bentuk diagramnya seperti kerucut terbalik atau segitiga terbalik:

  1. Pada tahap awal, ada yang dinamakan Awareness (Kesadaran) - Ini adalah tahapan dimana calon konsumen sudah menyadari kehadiran usaha atau bisnis. Biasanya mereka yang telah membaca atau mendengar informasi tentang usaha atau produk yang kita jual.
  2. Setelah mereka mengetahui tentang usaha atau bisnis kita, maka yang kedua adalah tahap Interest (Ketertarikan) - Ini adalah tahapan dimana calon konsumen mulai suka dan tertarik dengan produk atau jasa kita. Biasanya ini dapat kita lihat hasilnya melalui media online, misalnya mereka akan mulai mengikuti usaha kita di media sosial atau membuka website kita.
  3. Kemudian yang selanjutnya adalah tahap Desire (Keinginan) - Ini adalah tahapan dimana calon konsumen mulai menunjukkan keinginannya untuk membeli atau menggunakan produk atau jasa. Jika ada calon konsumen yang mulai bertanya mengenai produk atau jasa yang kita jual. Maka mereka sudah memasuki tahapan ini.
  4. Tahapan paling akhir dari perjalanan konsumen adalah Action (Melakukan tindakan) - Dalam tahap ini, calon konsumen sudah menjadi konsumen atau bahkan telah menjadi pelanggan kalian, dimana mereka melakukan pembelian berulang terhadap produk atau jasa yang kita jual.

Target Pemasaran yang nanti teman-teman buat dapat dikaitkan dengan tahapan-tahapan ini.

Sekarang kita akan masuk ke bagian bagaimana cara membuat Target Pemasaran. Setelah mengetahui perjalanan calon konsumen dalam aktivitas pemasaran, ini saatnya membuat Target Pemasaran untuk usaha atau bisnis kalian. Target Pemasaran ini dibuat untuk jangka panjang, misalnya dalam jangka waktu 6-12 bulan kedepan. Dalam membuat Target Pemasaran, target yang dimiliki harus SMART. Apa itu SMART?

  • Specific (Spesifik) - Target pemasaran kalian harus dapat dibuat spesifik dan jelas. Hindari target yang terlalu umum atau kurang mendetail karena Target Pemasaran yang lebih spesifik memiliki kesempatan lebih besar untuk dicapai dibandingkan Target yang masih bersifat umum.
  • Measurable (Terukur atau dapat diukur) - Target pemasaran yang baik harus dapat diukur progresnya sehingga kalian dapat mengetahui apakah target tersebut telah tercapai atau belum
  • Achievable (Dapat diraih) - target yang dibuat harus realistis dan dapat dicapai. Sebuah target tidak boleh dibuat terlalu mudah tetapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga mustahil untuk dicapai.
  • Relevant (Relevan) -  Target harus relevan dengan prioritas, dan realistis dengan kapasitas produksi misalnya dan kemampuan yang dimiliki oleh teman-teman dan tim yang ada di dalam usahanya.
  • Timely (Waktu yang jelas) - Target yang baik perlu memiliki kerangka waktu atau tenggat waktu untuk mencapainya.

Disini aku coba beri contoh Target Pemasaran yang SMART untuk Gojek, yaitu Meningkatkan jumlah pengguna aplikasi Gojek sebanyak 5000 pengguna baru dalam waktu 6 bulan. 

Dapat teman-teman identifikasi dari Target Pemasaran Gojek yang saya sebutkan tadi bahwa di dalamnya terkandung elemen yang SMART. Nah nanti teman-teman bisa mulai berlatih di dalam membuat target yang SMART.

Kemudian, dalam Rencana Pemasaran dapat terkandung lebih dari satu Target Pemasaran tergantung dari prioritas teman-teman di dalam usahanya saat ini, atau 6-12 bulan kedepan.

Setelah Target Pemasaran telah ditentukan, ini saatnya kalian membuat Strategi Pemasaran. Apa bedanya dengan Target Pemasaran? Kalau Target itu adalah tujuan kalian melakukan suatu kegiatan Pemasaran, sedangkan Strategi Pemasaran adalah langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencapai suatu Target Pemasaran

Nah pada tahap ini, teman-teman mulai memikirkan metode yang kira-kira perlu dilakukan untuk memasarkan produk atau jasa baik secara online maupun offline.

Pada satu Target Pemasaran, teman-teman dapat membuat lebih dari satu Strategi Pemasaran. Dalam membuat strategi, selalu disesuaikan dengan target konsumen kalian, misalnya jika kalian ingin menggunakan media online dalam aktivitas pemasaran kalian dan target konsumen dari usaha teman-teman adalah anak muda, maka teman-teman bisa menggunakan Instagram misalnya. Atau kalau ternyata target konsumen teman-teman tidak menggunakan media sosial sama sekali, maka teman-teman bisa menggunakan WhatsApp misalnya atau SMS. Tergantung dari siapa yang ingin teman-teman sasar.

Ada banyak metode pemasaran yang bisa dilakukan baik secara online maupun offline. Kita bahas satu persatu setelah ini ya!

Yuk kita bahas mengenai saluran komunikasi Online. Ada apa aja sih? Saya yakin teman-teman juga pasti sudah banyak yang mengetahui atau bahkan sedang menjalankan bisnis atau usahanya secara online. Ada beberapa jenis media online yang dapat digunakan dalam aktivitas Pemasaran:

  • Media Sosial, berupa Instagram, Facebook, Youtube, bahkan Tik Tok. Inilah contoh-contoh dari media sosial yang biasanya digunakan usaha atau bisnis untuk memasarkan produk atau jasa. Di dalam menggunakan media sosial sebagai alat pemasaran, teman-teman harus konsisten membuat konten-konten menarik yang tentunya disesuaikan dengan jenis salurannya. 

Konten-kontennya bisa berupa informasi mengenai usaha atau produk atau jasa yang dijual, bisa juga berupa konten edukasi terkait usaha atau bisnis yang sedang dijalankan, contohnya jika ada yang produknya makanan sehat, kalian bisa membuat konten edukasi mengenai manfaat dari makanan tersebut bagi kesehatan tubuh, sehingga memberi pengetahuan dan ilmu baru kepada calon konsumen. Konten lainnya adalah konten hiburan yang menarik calon konsumen. 

Coba buka referensi-referensi konten dari usaha-usaha sejenis yang menurut teman-teman sudah baik sebagai inspirasi dalam membuat konten bisnis kalian. Sesuaikan konten dan bahasa yang digunakan dengan target konsumen teman-teman ya. Ohya, media sosial juga dapat digunakan untuk memasarkan produk kalian kepada calon konsumen yang mungkin belum mengikuti profil usaha teman-teman di media sosial. Hal ini dapat dilakukan melalui fitur Ads atau Iklan berbayar. Bahkan sekarang teman-teman bisa pula bekerjasama dengan Influenser untuk mempromosikan produk atau jasa teman-teman. Tentunya teman-teman harus menyiapkan anggaran untuk itu. Nanti kita bahas ya mengenai anggaran.

  • Fitur Chat seperti WhatsApp atau Line,  juga bisa menjadi media pemasaran bagi usaha teman-teman. Fitur ini sifatnya lebih personal sehingga memudahkan pemesanan produk atau jasa.
  • Marketplace. Saat ini marketplace, seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee, telah memudahkan banyak usaha untuk menjual produk mereka karena sistemnya yang otomatis dan gratis. Sehingga bisnis tidak perlu repot-repot membuat website ecommerce sendiri untuk berjualan. Yang teman-teman perlu lakukan adalah membuat konten foto produk yang baik dan deskripsi produk yang detail untuk mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk dari usaha teman-teman.
  • Website. Jika teman-teman memiliki anggaran yang lebih, maka teman-teman dapat membuat website khusus untuk profil bisnis dan pemasaran produk teman-teman.

Perlu diperhatikan bawah semua media komunikasi yang saya telah sebutkan tadi, tidak perlu dipergunakan semuanya. Cari media yang relevan dengan bisnis dan sesuai dengan kemampuan teman-teman didalam mengelola media-media tersebut, serta dengan target konsumen kalian. Karena mengelola satu media komunikasi saja memerlukan waktu dan energi yang cukup banyak agar dapat efektif. 

Jadi pastikan kalian menginvestasikan waktu dan usaha kalian untuk media yang paling sesuai dengan bisnis dan kemampuan kalian. Konten tidak hanya berbentuk foto dan teks saja, tetapi juga bisa video bahkan sekarang banyak orang sudah memulai aktivitas Pemasarannya melalui media suara seperti Podcast.

Aktivitas Pemasaran tidak hanya online saja, tapi ada juga offline, seperti mengikuti bazar atau bahkan membuka toko sendiri. Media offline ini juga dapat berupa spanduk, baliho, poster, ataupun x-banner di lokasi-lokasi tertentu. Tentu aktivitas pemasaran secara offline biasanya akan lebih memakan banyak biaya, namun akan lebih efektif untuk merubah keputusan membeli calon konsumen karena adanya interaksi secara personal antara kita dengan calon pembeli. Namun karena situasi yang saat ini juga tidak memungkinkan, teman-teman bisa mulai memaksimalkan aktivitas pemasaran secara online di rumah.

Setelah tadi kita membahas mengenai Target Pemasaran dan Strategi Pemasaran, sekarang saatnya masuk ke bagian Anggaran. Yes! Sebuah Rencana Pemasaran harus memiliki anggaran untuk implementasinya. Namun tergantung pula dari media komunikasi yang dipilih ya. Contohnya yang sudah sempat saya sebutkan sebelumnya seperti menggunakan fitur Ads atau jasa influencer di media sosial, tentu teman-teman memerlukan anggaran untuk dapat melakukan kegiatan Pemasaran tersebut. Atau biaya-biaya lain seperti biaya foto produk misalnya, ataupun transportasi ketika mengikuti kegiatan bazar, atau bahkan biaya cetak poster atau spanduk. 

Oleh karena itu, setiap aktivitas pemasaran harus disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh bisnis teman-teman. Menurut saya, jika ada yang tidak berbayar dan memiliki dampak yang besar bagi bisnis, lebih baik maksimalkan Strategi Pemasaran pada media tersebut.

Yang terakhir dari Rencana Pemasaran adalah Tolok Ukur. Ini adalah bagian dimana teman-teman menuliskan indikator keberhasilan dari masing-masing strategi pemasaran. Hal ini penting agar teman-teman dapat mengukur keberhasilan atau kemajuan dari keseluruhan Target Pemasaran kalian. 

Misalnya jika target teman-teman adalah meningkatkan jumlah konsumen pada produk atau jasa yang dijual, dan teman-teman menggunakan strategi melalui media sosial untuk mencapainya, maka salah satu cara melihat apakah target tersebut sudah tercapai atau belum adalah dengan mengukur pertambahan angka penjualan atau transaksi yang terjadi melalui akun media sosial bisnis kalian. 

Jadi pastikan target pemasaran yang kalian buat merupakan target yang dapat diukur, sehingga memudahkan kalian menentukan indikator keberhasilan.




Mau ikut Kelas WhatsApp DNetwork yang lainnya? Terus pantau media sosial DNetwrok dan hubungi kami di 081558775554.

Sampai jumpa di kelas berikutnya!




Kelas WhatsApp DNetwork diadakan setiap Jumat, loh. Bagi yang ikut kemarin masih ingat isi kelasnya? Atau kamu belum bergabung? Tenang... Kamu bisa baca rangkuman di bawah ini!  Selamat membaca dan semoga bermanfaat!

 

Selamat sore teman-teman sekalian,

Semoga teman-teman dalam keadaan baik dan semangat untuk mengikuti kelas D-Network hari ini, terutama buat teman-teman yang sudah mulai berpuasa.

Perkenalkan, nama saya Irma Sitompul. Saya adalah seorang wirausahawati yang memimpin sebuah konsultan komunikasi yang berfokus pada isu kerbelanjutan atau sustainability, namanya For Good. Selama tiga tahun ini, Kami sudah mendampingi sekitar 30 UMKM sosial dan lembaga swadaya masyarakat untuk membangun strategi bisnis dan komunikasi yang efektif, efisien dan berdampak. Maksudnya berdampak adalah memastikan sebuah usaha tidak hanya menghitung kesuksesan dari keuntungan finansial, tetapi juga bagaimana usaha tersebut telah memberikan kontribusi pada masyarakat dan lingkungan. Istilah popularnya, usaha yang mengedepankan people profit planet.

 

Nah, hari ini saya akan berbagi pengalaman saya dalam hal strategi bisnis, terutama dalam memahami apa yang dibutuhkan oleh calon pembeli kita agar kita dapat memastikan produk yang akan kita jual ini laku di pasar dan benar-benar memecahkan masalah yang mereka hadapi.

Oke. Sudah siap ya, semua. Yuk, kita mulai sesinya.

 

Mungkin banyak dari teman-teman yang bertanya-tanya, kenapa kita harus memastikan produk atau jasa yang kita jual harus bisa memecahkan masalah dari target pembeli kita? Memangnya, kita ngga bisa ya langsung jualan aja? Toh, nanti pasti akan ada yang beli, seperti misalnya teman-teman, tetangga atau keluarga.

 

Menurut saya, berjualan ke teman, tetangga atau keluarga tidak ada salahnya. Karena mereka adalah akses terdekat kita yang bisa kita hubungi. Dan, sudah hampir pasti mereka akan membeli produk yang kita jual. Karena biasanya mereka ingin mendukung usaha kita!

Tapi, coba deh teman-teman pikirkan jangka panjangnya. Apakah keluarga, teman dan tetangga akan terus-menerus membeli apa yang kita jual? Sebagai seorang wirausahawati / wirausahawan, kita harus mampu mengetahui, siapa target pembeli dari produk atau jasa kita, yang akan terus-menerus menggunakan solusi kita. Mereka-mereka inilah orang-orang yang masalahnya terpecahkan oleh produk atau layanan kita. Nama lain untuk mereka adalah pelanggan setia.

 

Kita liat contoh berikut ya...

 

Ini adalah Angelinda Fransisca, pendiri dari The Bath Box, sebuah merk perawatan kulit natural yang saat ini telah menjadi UKM yang lumayan sukses di Indonesia. Produk-produk the Bath Box dibuat sendiri oleh Angel dengan menggunakan bahan-bahan alami yang tidak terlalu keras untuk kulit. Di awal usahanya, Angel tidak membuat produknya sendiri, melainkan menjual ulang produk-produk kecantikan kulit dari Korea (disebut juga reseller).

 

Nah, bagian berikut ini adalah bagian yang mau saya fokuskan.

 

Alasan kenapa Angelinda tidak meneruskan menjadi reseller dan malah mencoba membuat produknya sendiri, adalah karena banyak dari pelanggannya yang tidak cocok dengan bahan kimia dari produk Korea yang Angelinda jual.

Angelinda akhirnya berusaha untuk membuat produk yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pelanggan-pelanggannya saat itu.

 

Inilah moment yang merubah bisnis Angelinda dari bisnis skala rumah tangga menjadi usaha menengah yang sukses.

 

Sampai saat ini, walaupun omzet dari Angelinda sudah mencapai lebih dari 200 juta per bulan, ia masih terus menyempurnakan produk-produk yang dia jual dengan mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh pelanggannya.

 

Nah, sekarang mari kita coba pelajari bagaimana cara untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh pelanggan kita, supaya produk atau jasa yang kita tawarkan bisa lebih sempurna.

 

Di segmen ini, saya akan membagi tipsnya menjadi dua kategori: untuk teman-teman yang sudah mulai menjalankan bisnis, dan untuk teman yang baru mau memulai dan belum memiliki produk.

 

Kita mulai dari yang belum memiliki produk terlebih dahulu ya.

 

Ok, buat teman-teman yang masih dalam tahap ide dan belum punya produk atau jasa untuk dijual. Saya ada alat bantu yang namanya Empathy Map, atau Peta Empati.

Dalam Peta Empati ini, tugas kita adalah mencari tau:

  • Apa yang mereka pikirkan & rasakan
  • Apa yang mereka katakan & lakukan
  • Apa kesulitan mereka
  • Apa keinginan mereka

 

Nah, ini dia Peta Empati dari The Bath Box. Kita pelajari satu-persatu ya!

 

Kita mulai dulu dari Target Pengguna. Disini dijelaskan bahwa target dari the Bath Box adalah perempuan berusia muda, antara 18-28 tahun yang memiliki kulit sensitif. Mereka tinggal di kota besar dan senang dengan make up dan perawatan kulit. Mereka suka sekali nontonin youtube make up!

 

Ini penting banget ya, teman-teman. Kalian harus benar-benar tau target pembeli kalian secara spesifik. Berapa kisaran umur mereka, bagaimana perilaku mereka, terutama dalam menggunakan media sosial.

Semua ini harus terkait dengan ide kalian ya. Kita ambil contoh dari Angelinda the Bath Box tadi ya supaya lebih jelas. Yuk kita liat slide berikut.

Berikutnya, di kolom kiri bawah, kesulitan atau masalah yang mereka hadapi adalah mereka memiliki kulit yang sangat sensitif – gampang kering, gampang berjerawat. Mereka selalu kesulitan mencari produk perawatan kulit yang tidak terlalu keras supermarket lokal, seperti alfamart atau giant, misalnya. Makanya mereka membeli produk impor dari Korea secara online.

 

Kolom kanan bawah menjelaskan keinginan dari mereka. Dimana, mereka ingin agar kulit wajah mereka terlihat sehat dan mulus. Mereka juga ingin agar punya rutinitas perawatan kulit yang tidak ribet dan memakan waktu lama.

Pada kolom kiri atas, yang mereka pikirkan dan rasakan dalam menghadapi masalah kulit adalah frustasi. Mereka merasa tidak percaya diri karena kulit wajah mereka selalu bermasalah.

Pada kolom kanan atas dijelaskan bahwa mereka tidak pernah berhenti bereksperiman dengan produk-produk kulit baru, terutama yang impor, baik dari Jepang maupun Korea.

 

Nah, dari contoh ini, semoga bisa menjadi lebih jelas ya kira-kira bagaimana kita bisa mencatat informasi yang kita dapatkan dari calon pengguna produk atau jasa kita nantinya.

 

Di segmen berikutnya, saya akan berbagi mengenai cara menggali informasi yang baik. Namun, sekarang saya mau berbagi tips untuk teman-teman yang sudah punya produk atau jasa dulu. Kita cek slide berikutnya ya!

 

Untuk teman-teman yang sudah mulai berjualan, selamat ya! Karena kalian sudah memiliki data mengenai siapa yang paling sering membeli produk atau menggunakan jasa kalian. Kalau kalian belum punya datanya, Saya sarankan untuk melihat catatan penjualan kalian dalam beberapa bulan terakhir dan cari tau siapa yang pernah membeli lebih dari sekali. Dari situ, teman-teman bisa mulai mencari tau profil dari para pelanggan ini! Cari kesamaan apa yang mereka miliki. Misalnya: mereka ternyata para pembeli ulang ini sama-sama pekerja kantoran yang sibuk, atau ibu rumah tangga yang punya anak balita.

 

Coba hubungi mereka dan tanyakan, mengapa mereka membeli produk atau jasa anda kembali.

 

 

 

Untuk mencari tau apakah produk kita sudah menjawab kebutuhan calon pembelimu, ada 1 tips yang sangat mudah: lakukan survey dengan berikan sampel gratis kepada orang-orang yang profilnya serupa dengan pelanggan kalian. Misalnya: kalau kalian berjualan makanan beku, dan ternyata pembeli ulang kalian adalah orang-orang kantoran, coba bagikan sampel gratis ke salah satu kantor dari teman kalian.

 

Kalau teman-teman kurang paham apa itu sampel. Saya coba jelaskan ya. Pernah kah teman-teman diberikan produk gratis oleh mba-mba berseragam saat teman-teman belanja di swalayan? Semestinya sebagian besar dari kalian pernah ya. Biasanya produk gratis yang diberikan ukurannya lebih kecil dari yang dijual. Nah, inilah yang dinamakan sampel.

 

 

 

 

Mengambil contoh dari The Bath Box, pada awal-awal mereka membuat produk mereka sendiri, mereka melakukan uji sampel 3 sampai 5 kali per produk. Sampel ini mereka bagikan gratis kepada sekelompok orang yang memiliki profil serupa dengan pelanggan setia mereka, dengan tujuan menggali tanggapan dari mereka. Sampel yang mereka berikan diiringi juga dengan survey singkat terkait produk, seperti: apa yang disukai dari produk, apa yang kurang disukai, lalu apa yang bisa diperbaiki dari produk juga termasuk dalam survey tersebut.

 

Survey juga menjadi kesempatan baik untuk teman-teman mencari tau kira-kira berapa harga yang pelanggan mau keluarkan untuk membeli produk tersebut nantinya. Jadi teman-teman tidak menjual produk terlalu mahal atau murah!

OK, Semoga teman-teman sekalian sudah mulai dapat gambaran apa saja informasi yang harus kita dapatkan untuk memahami kebutuhan calon pembeli kita.

 

 

Di segmen ini,  kita akan membahas mengenai cara-cara menyiapkan pertanyaan survey atau wawancara, yang akan membantu teman-teman nantinya saat turun ke lapangan.

 

 

Sebelum teman-teman mewawancarai calon pembeli, tetapkan dulu apa yang ingin teman-teman cari tau. Misalnya: kesulitan apa yang calon pembeli rasakan, atau bagaimana mereka menyelesaikan kesulitan tersebut saat ini agar teman-teman bisa meberikan solusi yang lebih baik.

 

Disini, tetapkan juga berapa jumlah orang yang ingin kalian wawancara.

Dan yang terakhir, tetapkan informasi spesifik apa yang ingin teman-teman dapatkan dari wawancara ini. Misalnya: varian atau rasa eskrim apa yang kira-kira akan paling laku, atau berapa ukuran yang paling cocok untuk dijual.

 

Yang kedua, siapkan pertanyaan wawancara kalian. Saat merancang pertanyaan-pertanyaan wawancara, pikirkan baik-baik beberapa hal ini.

 

Apakah mereka menyadari bahwa masalah yang teman-teman ingin tangani adalah masalah yang juga mereka rasakan?

 

Apabila ada solusi dari masalah tersebut, apakah mereka mampu dan mau menggunakannya?

 

Hal-hal tersebut bukan untuk ditanyakan kepada pembeli ya, tapi lebih merupakan arahan pola berpikir untuk teman-teman agar ketika mewawancara, teman-teman tidak memaksakan ide atau produk kalian ke orang yang kalian wawancarai.

 

 

Nah, berikut adalah beberapa tips untuk menyiapkan pertanyaan wawancara yang baik.

 

Yang pertama, ajaklah mereka bercerita | Awail pertanyaan dengan pernyataan seperti “Boleh ceritakan waktu ibu (atau bapak)....”

 

Lalu, buat pertanyaan terbuka dan bukan jawab ya atau tidak | Contohnya teman-teman bisa bertanya “Bisa jelaskan lebih lanjut mengenai...”

 

Yang ketiga, spesifiklah saat bertanya | Contoh pertanyaannya misalnya “Apa tantangan paling berat saat...”

 

Yang berikutnya, Jangan mengarahkan. Jangan bertanya “Ibu suka tidak dengan solusi ini?”

 

Teman-teman juga bisa bertanya mengenai saat ini atau masa lampau, buka pertanyaan dengan kalimat seperti “Ceritakan saat dulu ibu….”

 

Buat pertanyaan yang pendek, maksimal 10 kata saja

 

Sekali lagi, jangan menanyakan produk atau solusi kalian | Hindari bertanya seperti ini “Kalau ada produk seperti ini, apakah ibu akan beli?” atau “Kalau ada layanan ini, apakah kamu mau menggunakannya?”

 

Begitu kira-kira beberapa tips untuk membuat pertanyaan wawancaranya.

 

 

Sekarang, saya akan berbagi mengenai tips untuk teman-teman saat melakukan wawancara.

 

Jangan lupa untuk merekam semua wawancara, metode paling baik adalah dalam bentuk rekaman audio.

 

Ketika bertanya, beri waktu untuk mereka menjawab.  Jangan khawatir bila mereka tidak langsung menjawab pertanyaan kalian.

 

Yang berikutnya ini juga penting: jangan memotong jawaban mereka.

 

Dan pastikan kita selalu netral - ingat, wawancara ini bukan untuk mempertahankan ide kita, melainkan untuk mencari pemahaman baru dari perspektif pengguna.

 

Yang terakhir, cari ketidakkonsistenan dalam jawaban mereka.

 

 

Nah, setelah kita mendapatkan semua masukan dari orang-orang yang kita survey, teman-teman bisa mulai merangkum dengan menggunakan peta empati yang saya sudah jelaskan tadi.

 

Setelah terlihat rangkumannya, teman-teman akan lebih mudah untuk mengolah hasil wawancara atau survey tersebut agar teman-teman bisa menyempurnakan produk teman-teman, atau menyesuaikan harga produk dan lain sebagainya, sesuai kebutuhan dan masukkan dari konsumen kalian.

 

 

 

Kira-kira itu tips-tips yang bisa saya berikan pada hari ini terkait memahami kebutuhan konsumen dan penyempurnaan produk. Semoga dengan memahami proses ini, teman-teman dapat memastikan bahwa ide yang kita miliki benar-benar menjawab kebutuhan calon pelanggan kalian ya.

 

Terima kasih sudah mengikuti sesi yang saya sampaikan, dan mohon maaf apabila ada beberapa hal yang kurang berkenan.

 

Sekarang kita akan masuk kedalam sesi diskusi, dimana teman-teman dipersilahkan untuk memberikan tanggapan, melempar pertanyaan atau sanggahan. Ok, sesi ini Saya buka sekarang yah. Silahkan untuk mengetik atau mengirimkan rekam suara ke group whatsapp ini yah.