-->
-->

 Hai Sobat DNetwork😊

Tahukah mengapa perusahaan perlu memperhatikan Work-Life Balance (Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi) di tempat kerja? khususnya untuk perusahaan yang memperkerjakan karyawan dengan disabilitas?

Sebagai salah satu aspek yang cukup penting dalam mempertahankan kinerja karyawan di perusahaan, Work-Life Balance merupakan hal yang penting diperhatikan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif bagi karyawan. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa HRD di perusahaan perlu memperhatikan Work-Life Balance:

Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan

Ketika perusahaan memperhatikan Work-Life Balance pada karyawannya maka karyawan dapat mencapai keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, mereka cenderung lebih bahagia, lebih produktif, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka. Ini dapat mengurangi tingkat stres dan kelelahan, serta meningkatkan motivasi dan kinerja secara keseluruhan, sehingga berdampak terhadap kesejahteraan karyawan. 

Sebagai contoh, tanyakan pada karyawan penyandang disabilitas anda apakah mereka memiliki masalah pribadi terkait aksesibilitas di lingkungan tempat kerja atau menuju tempat kerja, karena karyawan disabilitas kadang kala enggan untuk menceritakan masalah pribadinya terkait aksibilitas di lingkungan kerja sehingga memicu ketidak nyamanan dalam bekerja.

Menjaga Kebertahanan Karyawan

Ketika karyawan merasa tidak seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi selama bekerja, karyawan akan berpeluang untuk mencari kesempatan kerja di perusahaan lain yang menawarkan fleksibilitas yang lebih besar, sehingga perusahaan akan kehilangan karyawan yang kemungkinan memiliki kinerja yang bagus di perusahaan. Dengan memperhatikan Work-Life Balance, HRD dapat membantu mengurangi tingkat dan mempertahankan bakat terbaik dalam perusahaan. Ketika karyawan penyandang disabilitas memiliki skill yang baik dalam melaksanakan tugasnya dengan didukung Work-Life Balance dari perusahaan melalui aksesibilitas yang baik dan suport dari tim maka perusahaan dapat mempertahankan bakat yang baik di perusahaan.

Meningkatkan Produktivitas

Ketika karyawan merasa seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan akan cenderung lebih fokus dan produktif saat bekerja. Mereka memiliki energi yang lebih tinggi dan dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap target dari perusahaan. Dengan memperhatikan Work-Life Balance dari karyawan, HRD perusahaan dapat membantu meningkatkan produktivitas keseluruhan perusahaan melalui peningkatan produktivitas kinerja dari seluruh karyawan.

Menarik Pekerja Dengan Keahlian Baru

Dalam persaingan untuk menarik pekerja dengan skill yang terbaik bergabung di perusahaan, perlu bagi perusahaan untuk menawarkan lebih dari sekadar gaji yang kompetitif. Work-Life Balance menjadi faktor kunci yang memengaruhi keputusan karyawan potensial untuk bergabung dengan perusahaan. Dengan menawarkan perhatian pada Work-Life Balance , dapat membuat perusahaan lebih menarik bagi pekerja dengan skil-skill yang baru, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan perusahaan.

Meningkatkan Citra perusahaan

Work-Life Balance yang diterapkan oleh perusahaan dapat membantu meningkatkan citra perusahaan sebagai tempat kerja yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan. Hal Ini dapat memperkuat merek perusahaan sehingga menjadi keunggulan bersaing dalam memikat karyawan dan pelanggan. Apalagi perusahaan mendukung Work-Life Balance      pada karyawan disabilitas dengan aksibilitas yang baik dan lingkungan yang ramah, selain perusahaan mendapatkan citra sebagai tempat kerja yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan, perusahaan juga akan mendapat citra sebagai perusahaan yang inklusi.

Memotivasi Pekerja untuk Berinovasi

Karyawan yang memiliki keseimbangan yang baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi akan cenderung lebih kreatif dan inovatif. Karyawan memiliki waktu dan energi untuk mengeksplorasi ide-ide baru di luar pekerjaan mereka, yang dapat menghasilkan solusi yang lebih baik dan terobosan bagi perusahaan.

Mari wujudkan Work-Life Balance yang inklusif di perusahaan Anda dengan mengikuti Program Pelatihan Disabilitas dan Inklusi (Disability and Inclusion Training) dari DNetwork untuk siap untuk menciptakan lingkungan yang inklusi bagi pekerja penyandang disabilitas. 

 

Halo sobat DNetwork! Pernahkah kalian mendengar tentang konsep work-life balance? Mungkin sering kita temui istilah ini di berbagai sumber, tetapi apa sebenarnya artinya dan mengapa penting untuk diperhatikan?

Work-life balance merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengatur dan membagi waktu dan energi mereka antara pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab lainnya. Hal ini membantu menghindari konflik antara kehidupan pribadi dan karier.

Secara sederhana, work-life balance adalah kondisi di mana seseorang dapat menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kebutuhan pribadi, waktu luang, dan interaksi dengan keluarga. Dengan mencapai work-life balance, seseorang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup mereka.

Manfaat dari mencapai work-life balance sangat beragam, termasuk:

  1. Mencegah Penyakit: Mencapai keseimbangan ini dapat meningkatkan kebahagiaan dan keoptimisan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penyakit fisik dan mental.
  1. Meningkatkan Kinerja: Dengan kesehatan fisik dan mental yang baik, karyawan dapat bekerja lebih efisien dan bahkan menemukan inovasi baru yang dapat meningkatkan kinerja mereka dan perusahaan.
  1. Fokus yang Lebih Baik: Dengan energi yang cukup, karyawan dapat lebih fokus pada pekerjaan mereka, tanpa terganggu oleh kekhawatiran atau stres yang berhubungan dengan kehidupan pribadi.
  1. Mengurangi Stres dan Kecemasan: Mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat mengurangi perasaan jenuh dan stres terhadap pekerjaan, sehingga meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Bagaimana cara mencapai work-life balance? Berikut adalah beberapa tips yang bisa dipertimbangkan:

  1. Mengatur waktu secara efisien

Belajar untuk bekerja secara cerdas dan produktif adalah kunci. Temukan kekuatan dan kelemahanmu, bangun jaringan yang efektif, dan tetap fokus pada tujuan kerja yang realistis.

  1. Mengurangi Prefeksionisme

Mengurangi sikap perfeksionis bisa membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Fokuslah pada pencapaian yang realistis dan jangan terlalu keras pada diri sendiri.

  1. Olahraga!

Jangan lupakan pentingnya olahraga. Aktivitas fisik tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi juga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

  1. Tata-tata yuk!

Merapikan meja kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan rapi dapat meningkatkan kesejahteraan dan motivasi.

  1. Tanya kabar kanan-kiri

Sisihkan waktu untuk berinteraksi dengan orang-orang terdekat, baik itu keluarga, teman, atau rekan kerja. Hubungan yang positif dapat meningkatkan mood dan semangat kerja.

Dengan menerapkan tips-tips ini, kita dapat lebih mendekati pencapaian work-life balance yang sehat dan membangun kehidupan yang lebih memuaskan, baik di tempat kerja maupun di luar jam kerja. Semoga tips ini berguna bagi kalian semua!

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan DNetwork, sebuah platform jaringan kerja yang didedikasikan untuk memperkuat hubungan antara tenaga kerja penyandang disabilitas dan penyedia pekerjaan. DNetwork juga menyediakan berbagai sumber daya untuk persiapan dan pengembangan karier profesional bagi pekerja penyandang disabilitas.

Dengan bergabung bersama DNetwork, Anda dapat menjadi bagian dari perubahan positif ini dan membantu menciptakan masa depan yang lebih inklusif bagi seluruh pekerja.

Referensi:

Bagi sobat disabilitas yang sedang dalam proses pencarian kerja, tidak hanya penting untuk menunjukkan kemampuan dan kualifikasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa lingkungan kerja yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan perlindungan bagi pekerja dengan disabilitas. Menanyakan tentang jaminan pekerjaan adalah langkah yang kritis untuk memastikan bahwa pekerja dengan disabilitas akan mendapatkan perlindungan yang layak dan kesempatan yang setara di tempat kerja. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa penting untuk menanyakan jaminan pekerjaan, beserta contoh pertanyaannya: 

  1. Memastikan Kesejahteraan dan Perlindungan. 

    Pekerja dengan disabilitas membutuhkan lingkungan kerja yang memperhatikan kesejahteraan dan perlindungan mereka. Mengetahui jaminan pekerjaan akan memberikan keyakinan bahwa kebutuhan mereka akan diperhatikan.

    Contoh Pertanyaan:

    "Bagaimana kebijakan perusahaan terkait dengan jaminan sosial tenaga kerja seperti jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kesehatan?" 

  2. Mengakses Fasilitas Tambahan. 

    Pekerja dengan disabilitas mungkin memerlukan fasilitas tambahan atau penyesuaian di tempat kerja untuk mendukung kesehatan dan produktivitas mereka. Menanyakan tentang jaminan kerja dapat membantu dalam mengetahui ketersediaan fasilitas tersebut. 

    Contoh Pertanyaan:

    "Apakah perusahaan memiliki program jaminan hari tua atau pensiun? Jika iya, bagaimana cara saya dapat mengakses program tersebut?"

  3. Mendapatkan Dukungan dan Peluang. 

    Mengetahui tentang program dukungan dan peluang di tempat kerja dapat membantu pekerja dengan disabilitas dalam mengembangkan keterampilan mereka dan meraih kesuksesan dalam karir mereka. 

    Contoh Pertanyaan:

    "Apakah ada program pelatihan atau dukungan khusus yang ditawarkan kepada karyawan untuk meningkatkan keterampilan dan peluang kerja?"

  4. Mengetahui Prosedur Perlindungan. 

    Memahami prosedur untuk mengajukan klaim jaminan kerja dalam situasi tertentu seperti kecelakaan atau insiden di tempat kerja akan memberikan rasa aman dan perlindungan bagi pekerja dengan disabilitas. 

    Contoh Pertanyaan:

    "Bagaimana prosedur untuk mengajukan klaim jaminan kerja jika terjadi kecelakaan atau insiden di tempat kerja?"

  5. Memahami Kebijakan Inklusi dan Keadilan. 

    Menanyakan tentang jaminan pekerjaan juga akan memberikan pemahaman tentang sejauh mana perusahaan memprioritaskan inklusi dan keadilan bagi pekerja dengan disabilitas. 

    Contoh Pertanyaan:

    "Bagaimana perusahaan menangani situasi ketika karyawan mengalami gangguan kesehatan atau disabilitas yang mungkin mempengaruhi kinerja mereka?"

 

Kesimpulan

Menanyakan tentang jaminan pekerjaan adalah langkah yang penting dalam memastikan bahwa pekerja dengan disabilitas akan mendapatkan perlindungan yang layak, dukungan yang memadai, dan kesempatan yang setara di tempat kerja. Dengan mengetahui kebijakan dan program yang ada, pekerja dengan disabilitas dapat merasa lebih percaya diri dan terjamin dalam mengembangkan karir mereka. Oleh karena itu, penting bagi calon pekerja dengan disabilitas untuk aktif bertanya tentang jaminan pekerjaan selama proses wawancara. 

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan DNetwork, sebuah platform jaringan kerja yang didedikasikan untuk memperkuat hubungan antara tenaga kerja penyandang disabilitas dan penyedia pekerjaan. DNetwork juga menyediakan berbagai sumber daya untuk persiapan dan pengembangan karier profesional bagi pekerja penyandang disabilitas. 

Dengan bergabung bersama DNetwork, Anda dapat menjadi bagian dari perubahan positif ini dan membantu menciptakan masa depan yang lebih inklusif bagi seluruh pekerja.



Di Indonesia, jaminan kerja bagi pekerja dengan disabilitas menjadi sebuah aspek penting dalam upaya menciptakan kesetaraan dan inklusi di tempat kerja. Meskipun pekerja dengan disabilitas memiliki kemampuan dan potensi yang sama dengan pekerja lainnya, mereka sering menghadapi berbagai hambatan untuk mendapatkan pekerjaan dan memperoleh perlindungan yang layak. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi hak-hak pekerja dengan disabilitas dan memberikan jaminan kerja yang sesuai.

Peraturan Perlindungan Pekerja dengan Disabilitas

  1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas Undang-undang ini menjadi landasan hukum utama yang menjamin hak-hak pekerja dengan disabilitas. Undang-undang ini mewajibkan pemberi kerja untuk memberikan perlindungan dan fasilitas yang memadai bagi pekerja dengan disabilitas.
  1. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas 

Peraturan ini memberikan panduan lebih lanjut tentang implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, termasuk dalam hal jaminan kerja bagi pekerja dengan disabilitas.

Jaminan Kesejahteraan Pekerja dengan Disabilitas

  1. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JSTK): Program JSTK meliputi jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun. Pekerja dengan disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan manfaat dari program-program jaminan sosial ini.
  1. Program Bantuan dan Dukungan Pemerintah: Pemerintah Indonesia juga menyelenggarakan program bantuan dan dukungan bagi pekerja dengan disabilitas, seperti program pelatihan dan bimbingan kerja khusus, serta program bantuan keuangan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Penyandang Disabilitas.

Inklusi di Tempat Kerja

  1. Komitmen Perusahaan: Banyak perusahaan di Indonesia telah menyatakan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi pekerja dengan disabilitas. Hal ini termasuk dalam kebijakan perekrutan yang inklusif dan penyesuaian lingkungan kerja untuk memfasilitasi partisipasi pekerja dengan disabilitas.
  1. Peluang Kerja dan Pelatihan: Sejumlah perusahaan juga aktif memberikan peluang kerja dan pelatihan kepada pekerja dengan disabilitas melalui program-program CSR mereka. Program-program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berkontribusi dalam dunia kerja.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meskipun langkah-langkah telah diambil untuk meningkatkan jaminan kerja bagi pekerja dengan disabilitas di Indonesia, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Tantangan tersebut meliputi stigma sosial, kurangnya aksesibilitas, dan keterbatasan dalam akses pendidikan dan pelatihan.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan implementasi peraturan yang ada, dukungan dari berbagai pihak, serta kesadaran akan pentingnya inklusi dan kesetaraan di tempat kerja, diharapkan jaminan kerja bagi pekerja dengan disabilitas di Indonesia akan terus meningkat. Hal ini tidak hanya akan membantu pekerja dengan disabilitas untuk hidup mandiri dan bermartabat, tetapi juga akan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi semua.

Dalam kesimpulan, jaminan kerja bagi pekerja dengan disabilitas di Indonesia merupakan bagian integral dari upaya menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. Melalui kebijakan yang mendukung, program-program yang inklusif, dan komitmen dari semua pihak, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang ramah bagi semua orang, tanpa memandang status atau kondisi fisik.

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan DNetwork, sebuah platform jaringan kerja yang didedikasikan untuk memperkuat hubungan antara tenaga kerja penyandang disabilitas dan penyedia pekerjaan. DNetwork juga menyediakan berbagai sumber daya untuk persiapan dan pengembangan karier profesional bagi pekerja penyandang disabilitas.

Dengan bergabung bersama DNetwork, Anda dapat menjadi bagian dari perubahan positif ini dan membantu menciptakan masa depan yang lebih inklusif bagi seluruh pekerja.


Sumber:

  • Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2018). Buku Saku Penyandang Disabilitas.
  • Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial. (2019). Profil Penyandang Disabilitas Indonesia.
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Kartu Indonesia Pintar (KIP) Penyandang Disabilitas.



Gambar: Salah satu peserta sedang mencoba mock-up halaman website. Hal ini untuk memberikan informasi pada peserta tentang tampilan sebuah halaman website

 

Sudah pernah tahu tentang profesi content writer? Content writer adalah salah satu profesi yang saat ini sedang naik daun di dunia digital marketing. Tugas seorang copywriter adalah membuat atau menulis konten digital marketing yang digunakan untuk mempromosikan atau menginformasikan sesuatu. Profesi ini juga adalah salah satu profesi yang cocok digeluti Penyandang Disabilitas karena tidak memerlukan banyak mobilitas.

Tahun 2021 ini DNetwork bekerjasama dengan Suarise mengadakan pelatihan content writer untuk Netra. Salah satu pesertanya adalah Muhammad Sofwan Maulana Shaleh atau yang sering dipanggil Sofwan. Yuk simak ceritanya!

Sofwan mendapatkan informasi mengenai pelatihan Suarise melalui komunitasnya. Ia kemudian mencoba untuk mendaftar pelatihan tersebut dan mengikuti proses seleksi sampai akhirnya lolos menjadi peserta. Beberapa tes yang ia lalui diantaranya adalah penerjemahan konten dan juga tes kelancaran mengetik sepuluh jari.

Ia merasa senang karena banyak ilmu yang ia dapat meningkatkan kemampuan menulis, terutama untuk pembuatan konten dan pengelolaan sosial media. Hal ini ia rasa dapat menunjang karirnya nanti di dunia kerja. Ia juga merasa terfasilitasi penuh oleh para Mentor dari Suarise yang sudah terbiasa berinteraksi dengan Netra, sehingga keseluruhan program menjadi aksesibel untuk Sofwan.

Ia berharap kedepannya DNetwork dapat lebih banyak mengadakan pelatihan agar Penyandang Disabilitas dapat semakin meningkatkan kemampuan bersaing di dunia digital. Ia berharap program seperti ini juga dapat menjangkau mereka yang ada di pelosok.

Terima kasih Sofwan dan semangat berkarir!

Pelatihan content writer bersama Suarise akan dibuka lagi nih di tahun 2022! Tertarik?

Siapkan diri kamu untuk mendaftar programnya, ya! Silakan cek di website mereka www.suarise.com dan follow instagram mereka www.instagram.com/suariseid

Ada berbagai macam profesi yang ditekuni Penyandang Disabilitas secara profesional. Beberapa profesi ini kami perkenalkan lewat program Kenali Profesi dengan narasumber para penyandang disabilitas profesional di bidangnya. Seri Kenali Profesi ini saat ini telah berakhir, tapi kamu tetap bisa menyimak acaranya melalui siaran ulang.

Berikut kami rangkumkan dan juga bagikan link untuk sesi yang Kenali Profesi 4-7.

Kenali Profesi 4 - Akademisi dan Peneliti bersama Dr. Arina Hayati, S.T., M.T. dan Dr. Antoni Tsaputra, S.S, MA.

Ibu Arina dan Bapak Antoni adalah dua akademisi dan peneliti yang juga berfokus pada penelitian dan advokasi pemberdayaan penyandang disabilitas di bidang akademi yang didalami. Pada webinar kali ini beliau berdua menceritakan kisah mereka dalam menempuh pendidikan dan juga perjalanannya dalam meniti karir sebagai akademisi dan peneliti. Silakan tonton disini: https://web.facebook.com/1435646463325981/videos/310623903921946

Kenali Profesi 5 - Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) bersama Annisa Rahmania dan Dendy Arifianto

Annisa Rahmania adalah seorang Tuli yang saat ini berkarir di Kementerian Perhubungan sebagai Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Beberapa tugas yang dilakukan Nia diantaranya mengurus persuratan, desain media visual, dan juga advokasi. Dendy Arifianto, seorang Tunanetra, saat ini aktif bekerja sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil. Ada banyak hal yang ia ceritakan, termasuk diantaranya pentingnay bersosialisasi, profesional, dan berintegritas di dalam pekerjaan. Silakan tonton disini: https://web.facebook.com/1435646463325981/videos/150760847090469

Kenali Profesi 6 - Petugas Call Centre bersama Arrohma Sukma dan Ani Handayani

Arrohma bekerja sebagai petugas call centre di Bank Mandiri Jogjakarta. Di kesehariannya ia melayani pelanggan melalui telpon dari berbagai daerah di Indonesia. Lain halnya dengan Ani Handayani yang bekerja di bank BTPN di Kota Semarang. Ia lebih banyak melayani pelanggan melalui media tertulis seperti e-mail, chat, ataupun sosial media. Silakan tonton disini: https://www.youtube.com/watch?v=CVzJnYWgwgk&t=37s

Kenali Profesi 7 - Wirausaha Kuliner bersama Adhika Prakoso dan Aryani Sri Ramadhani

Adhika membuka kedai Kopi Tuli karena keinginnannya untuk memberikan wadah bagi komunitas Tuli untuk berinteraksi sekaligus menyalurkan kesukaannya terhadap kopi. Begitu kuga dengan Aryani, seorang Tunanetra yang memiliki hobi memasak dan membuka usaha Ayam Gepreka Petukangan. Mereka berdua membagikan berbagai tips bisnis di dunia kuliner mulai dari pemasaran sampai keuangan. Silakan tonton disini: https://www.youtube.com/watch?v=gaykdmNjDEA

 

Ada 3 sesi lainnya mengenai Kenali Profesi. Silakan baca di tautan berikut https://www.dnetwork.net/news/kenali-profesi-mereka-yang-berdedikasi-dan-profesional-ni-nengah-widiasih-blindman-jack-bang-dzoel.html

Profesi apa saja sih yang bisa digeluti oleh penyandang disabilitas? Apa benar hanya profesi yang itu-itu saja?

Tentu saja tidak benar, Penyandang Disabilitas dapat melakukan profesi apa saja sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya. Karena itulah DNetwork membuat satu seri webinar berjudul "Kenali Profesi" untuk memperkenalkan berbagai profesi yang digeluti Penyandang Disabilitas. 

Belum sempat ikut sesinya? Tenang, kamu bisa menyimak siaran ulangnya pada rangkuman sesi di bawah ini.

Kenali Profesi 1- Atlet Paralympic bersama Ni Nengah Widiasih

Widiasih adalah seorang atlet paralympic berprestasi cabang olahraga angkat besi. Ia telah memenangkan beberapa medali seperti mewakili kontingen paralympic Indonesia. Menurutnya yang terpenting adalah kedisiplinan dan integritas. Serta kemauan untuk fokus terhadap tujuan yang inotogin diraih. Silakan tonton  disini: https://web.facebook.com/jaringankerjadisabilitas/videos/1058307308014041

Kenali Profesi 2 - Stand Up Comedian bersama Blindman Jack

Dunia stand-up comedy kini menjadi semakin inklusif, terbukti dengan adanya komika difabel, diantaranya adalah Blindman Jack. Menurutnya seorang komika tidak boleh cepat puas, ia harus terus mengasah kemampuan menulis dan juga membawakan materi lawakan. Selain itu seorang komika juga harus mampu mengobservasi lingkungan sekitarnya. Silakan tonton disini: https://web.facebook.com/watch/live/?v=431050698343435&ref=watch_permalink

Kenali Profesi 3 - Fotografer bersama Bang Dzoel

Bang Dzoel dikenal sebagai seorang fotografer handal. Ia mendapatkan kemampuannya setelah menempuh pendidikan di sebuah sekolah fotografi dan kemudian mulai menjadikan fotografi sebuah sumber penghasilan. Selain fotografi, Bang Dzoel juga mencoba mendalami hal lain. Ini adalah bentuk pembuktiannya bahwa penyandang disabilitas bisa melakukan banyak hal. Silakan tonton disini:  https://web.facebook.com/1435646463325981/videos/279993353818190

Selain itu ada beberapa profesi lagi yang kami kenalkan melalui program Kenali Profesi. Silakan simak untuk Kenali Profesi sesi 4-7 di link berita berikut, ya: https://www.dnetwork.net/news/peneliti-pegawai-pemerintah-petugas-call-centre-dan-wirausaha-kuliner-berbagai-profesi-yang-dilakukan-penyandang-disabilitas.html

6 Agustus 2021 - DNetwork mengadakan Kenali Profesi ke-7 yang kali ini membahas tentang profesi wirausaha kuliner. Narasumber kali ini adalah M. Adhika Prakoso, seorang Tuli dan juga Co-Founder Kopi Tuli (@koptul.id) dan Aryani Sri Ramadhani, Tunanetra pemiliki usaha Ayam Geprek Petukangan (@ayamgeprekpetukangan). Usaha keduanya bermula dari hobi yang kemudian dikembangkan menjadi sumber penghasilan.

Bisnis keduanya tidak langsung meroket. Aryani memulai bisnisnya dari garasi rumah sampai akhirnya berhasil membuka beberapa cabang. Adhika juga memulai dari membuat satu cafe yang kemudian membuka satu lagi di tempat lain, meskipun sayangnya beberapa outlet kedua narasumber harus tutup karena pandemi.

Tips Mengelola Bisnis - Pemasaran dan Keuangan

Para narasumber juga memberikan beberapa tips untuk memulai usaha salah satunya tentang pemasaran. Aryani menuturkan pentingnya menjaga hubungan dengan pelanggan dan menggunakan platform yang ada untuk pemasaran, contohnya WhatsApp Status, "Pelanggan yang saya simpan nomornya bisa melihat status saya dan kemudian tertarik untuk membeli.", katanya.

Lain halnya dengan Adhika menggunakan metode word of mouth alias mulut ke mulut dimulai dari orang terdekat. Ia meminta orang-orang terdekatnya untuk menyebarkan informasi tetang Kopi Tuli dan dari situlah usahanya semakin dikenal.

Selain itu keduanya juga memberikan tips mengenai mengatur keuangan bisnis. Menurut Aryani sangat penting untuk bisa memisahkan keuangan pribadi dan usaha, sedangkan menurut Adhika sangat penting bagi bisnis untuk memiliki dana darurat, khususnya di masa pandemi seperti ini.

Terakhir Adhika berpesan agar sebelum memulai bisnis perlu juga dipikirkan masalah apa yang ingin diselesaikan agar bisnis kita sesuai dengan kebutuhan pasar. Contohnya Kopi Tuli yang lahir dari kebutuhan komunitas Tuli berbagi budaya Tuli ke masyarakat luas. Aryani berpesan agar segera memulai jika ingin membuka usaha dan terus berproses agar bisnis semakin bertumbuh.

Wah, terima kasih Aryani dan Adhika atas ilmunya!

Ada banyak tips lainnya tentang mengelola bisnis yang dibagikan oleh Aryani dan Adhika. Kamu belum sempat ikut sesinya? Silakan tonton di link YouTube berikut, ya https://www.youtube.com/watch?v=gaykdmNjDEA .

 

Akan ada acara apa lagi nih dari DNetwork? Silakan pantau sosial media kami, ya!