-->
-->

 Hai Sobat DNetwork😊

Tahukah mengapa perusahaan perlu memperhatikan Work-Life Balance (Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi) di tempat kerja? khususnya untuk perusahaan yang memperkerjakan karyawan dengan disabilitas?

Sebagai salah satu aspek yang cukup penting dalam mempertahankan kinerja karyawan di perusahaan, Work-Life Balance merupakan hal yang penting diperhatikan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif bagi karyawan. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa HRD di perusahaan perlu memperhatikan Work-Life Balance:

Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan

Ketika perusahaan memperhatikan Work-Life Balance pada karyawannya maka karyawan dapat mencapai keseimbangan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, mereka cenderung lebih bahagia, lebih produktif, dan lebih puas dengan pekerjaan mereka. Ini dapat mengurangi tingkat stres dan kelelahan, serta meningkatkan motivasi dan kinerja secara keseluruhan, sehingga berdampak terhadap kesejahteraan karyawan. 

Sebagai contoh, tanyakan pada karyawan penyandang disabilitas anda apakah mereka memiliki masalah pribadi terkait aksesibilitas di lingkungan tempat kerja atau menuju tempat kerja, karena karyawan disabilitas kadang kala enggan untuk menceritakan masalah pribadinya terkait aksibilitas di lingkungan kerja sehingga memicu ketidak nyamanan dalam bekerja.

Menjaga Kebertahanan Karyawan

Ketika karyawan merasa tidak seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi selama bekerja, karyawan akan berpeluang untuk mencari kesempatan kerja di perusahaan lain yang menawarkan fleksibilitas yang lebih besar, sehingga perusahaan akan kehilangan karyawan yang kemungkinan memiliki kinerja yang bagus di perusahaan. Dengan memperhatikan Work-Life Balance, HRD dapat membantu mengurangi tingkat dan mempertahankan bakat terbaik dalam perusahaan. Ketika karyawan penyandang disabilitas memiliki skill yang baik dalam melaksanakan tugasnya dengan didukung Work-Life Balance dari perusahaan melalui aksesibilitas yang baik dan suport dari tim maka perusahaan dapat mempertahankan bakat yang baik di perusahaan.

Meningkatkan Produktivitas

Ketika karyawan merasa seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan akan cenderung lebih fokus dan produktif saat bekerja. Mereka memiliki energi yang lebih tinggi dan dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap target dari perusahaan. Dengan memperhatikan Work-Life Balance dari karyawan, HRD perusahaan dapat membantu meningkatkan produktivitas keseluruhan perusahaan melalui peningkatan produktivitas kinerja dari seluruh karyawan.

Menarik Pekerja Dengan Keahlian Baru

Dalam persaingan untuk menarik pekerja dengan skill yang terbaik bergabung di perusahaan, perlu bagi perusahaan untuk menawarkan lebih dari sekadar gaji yang kompetitif. Work-Life Balance menjadi faktor kunci yang memengaruhi keputusan karyawan potensial untuk bergabung dengan perusahaan. Dengan menawarkan perhatian pada Work-Life Balance , dapat membuat perusahaan lebih menarik bagi pekerja dengan skil-skill yang baru, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan perusahaan.

Meningkatkan Citra perusahaan

Work-Life Balance yang diterapkan oleh perusahaan dapat membantu meningkatkan citra perusahaan sebagai tempat kerja yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan. Hal Ini dapat memperkuat merek perusahaan sehingga menjadi keunggulan bersaing dalam memikat karyawan dan pelanggan. Apalagi perusahaan mendukung Work-Life Balance      pada karyawan disabilitas dengan aksibilitas yang baik dan lingkungan yang ramah, selain perusahaan mendapatkan citra sebagai tempat kerja yang peduli terhadap kesejahteraan karyawan, perusahaan juga akan mendapat citra sebagai perusahaan yang inklusi.

Memotivasi Pekerja untuk Berinovasi

Karyawan yang memiliki keseimbangan yang baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi akan cenderung lebih kreatif dan inovatif. Karyawan memiliki waktu dan energi untuk mengeksplorasi ide-ide baru di luar pekerjaan mereka, yang dapat menghasilkan solusi yang lebih baik dan terobosan bagi perusahaan.

Mari wujudkan Work-Life Balance yang inklusif di perusahaan Anda dengan mengikuti Program Pelatihan Disabilitas dan Inklusi (Disability and Inclusion Training) dari DNetwork untuk siap untuk menciptakan lingkungan yang inklusi bagi pekerja penyandang disabilitas. 

 

Halo sobat DNetwork! Pernahkah kalian mendengar tentang konsep work-life balance? Mungkin sering kita temui istilah ini di berbagai sumber, tetapi apa sebenarnya artinya dan mengapa penting untuk diperhatikan?

Work-life balance merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengatur dan membagi waktu dan energi mereka antara pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab lainnya. Hal ini membantu menghindari konflik antara kehidupan pribadi dan karier.

Secara sederhana, work-life balance adalah kondisi di mana seseorang dapat menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kebutuhan pribadi, waktu luang, dan interaksi dengan keluarga. Dengan mencapai work-life balance, seseorang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup mereka.

Manfaat dari mencapai work-life balance sangat beragam, termasuk:

  1. Mencegah Penyakit: Mencapai keseimbangan ini dapat meningkatkan kebahagiaan dan keoptimisan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penyakit fisik dan mental.
  1. Meningkatkan Kinerja: Dengan kesehatan fisik dan mental yang baik, karyawan dapat bekerja lebih efisien dan bahkan menemukan inovasi baru yang dapat meningkatkan kinerja mereka dan perusahaan.
  1. Fokus yang Lebih Baik: Dengan energi yang cukup, karyawan dapat lebih fokus pada pekerjaan mereka, tanpa terganggu oleh kekhawatiran atau stres yang berhubungan dengan kehidupan pribadi.
  1. Mengurangi Stres dan Kecemasan: Mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dapat mengurangi perasaan jenuh dan stres terhadap pekerjaan, sehingga meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

Bagaimana cara mencapai work-life balance? Berikut adalah beberapa tips yang bisa dipertimbangkan:

  1. Mengatur waktu secara efisien

Belajar untuk bekerja secara cerdas dan produktif adalah kunci. Temukan kekuatan dan kelemahanmu, bangun jaringan yang efektif, dan tetap fokus pada tujuan kerja yang realistis.

  1. Mengurangi Prefeksionisme

Mengurangi sikap perfeksionis bisa membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Fokuslah pada pencapaian yang realistis dan jangan terlalu keras pada diri sendiri.

  1. Olahraga!

Jangan lupakan pentingnya olahraga. Aktivitas fisik tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi juga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati.

  1. Tata-tata yuk!

Merapikan meja kerja dan menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan rapi dapat meningkatkan kesejahteraan dan motivasi.

  1. Tanya kabar kanan-kiri

Sisihkan waktu untuk berinteraksi dengan orang-orang terdekat, baik itu keluarga, teman, atau rekan kerja. Hubungan yang positif dapat meningkatkan mood dan semangat kerja.

Dengan menerapkan tips-tips ini, kita dapat lebih mendekati pencapaian work-life balance yang sehat dan membangun kehidupan yang lebih memuaskan, baik di tempat kerja maupun di luar jam kerja. Semoga tips ini berguna bagi kalian semua!

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan DNetwork, sebuah platform jaringan kerja yang didedikasikan untuk memperkuat hubungan antara tenaga kerja penyandang disabilitas dan penyedia pekerjaan. DNetwork juga menyediakan berbagai sumber daya untuk persiapan dan pengembangan karier profesional bagi pekerja penyandang disabilitas.

Dengan bergabung bersama DNetwork, Anda dapat menjadi bagian dari perubahan positif ini dan membantu menciptakan masa depan yang lebih inklusif bagi seluruh pekerja.

Referensi:

Bagi sobat disabilitas yang sedang dalam proses pencarian kerja, tidak hanya penting untuk menunjukkan kemampuan dan kualifikasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa lingkungan kerja yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan perlindungan bagi pekerja dengan disabilitas. Menanyakan tentang jaminan pekerjaan adalah langkah yang kritis untuk memastikan bahwa pekerja dengan disabilitas akan mendapatkan perlindungan yang layak dan kesempatan yang setara di tempat kerja. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa penting untuk menanyakan jaminan pekerjaan, beserta contoh pertanyaannya: 

  1. Memastikan Kesejahteraan dan Perlindungan. 

    Pekerja dengan disabilitas membutuhkan lingkungan kerja yang memperhatikan kesejahteraan dan perlindungan mereka. Mengetahui jaminan pekerjaan akan memberikan keyakinan bahwa kebutuhan mereka akan diperhatikan.

    Contoh Pertanyaan:

    "Bagaimana kebijakan perusahaan terkait dengan jaminan sosial tenaga kerja seperti jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kesehatan?" 

  2. Mengakses Fasilitas Tambahan. 

    Pekerja dengan disabilitas mungkin memerlukan fasilitas tambahan atau penyesuaian di tempat kerja untuk mendukung kesehatan dan produktivitas mereka. Menanyakan tentang jaminan kerja dapat membantu dalam mengetahui ketersediaan fasilitas tersebut. 

    Contoh Pertanyaan:

    "Apakah perusahaan memiliki program jaminan hari tua atau pensiun? Jika iya, bagaimana cara saya dapat mengakses program tersebut?"

  3. Mendapatkan Dukungan dan Peluang. 

    Mengetahui tentang program dukungan dan peluang di tempat kerja dapat membantu pekerja dengan disabilitas dalam mengembangkan keterampilan mereka dan meraih kesuksesan dalam karir mereka. 

    Contoh Pertanyaan:

    "Apakah ada program pelatihan atau dukungan khusus yang ditawarkan kepada karyawan untuk meningkatkan keterampilan dan peluang kerja?"

  4. Mengetahui Prosedur Perlindungan. 

    Memahami prosedur untuk mengajukan klaim jaminan kerja dalam situasi tertentu seperti kecelakaan atau insiden di tempat kerja akan memberikan rasa aman dan perlindungan bagi pekerja dengan disabilitas. 

    Contoh Pertanyaan:

    "Bagaimana prosedur untuk mengajukan klaim jaminan kerja jika terjadi kecelakaan atau insiden di tempat kerja?"

  5. Memahami Kebijakan Inklusi dan Keadilan. 

    Menanyakan tentang jaminan pekerjaan juga akan memberikan pemahaman tentang sejauh mana perusahaan memprioritaskan inklusi dan keadilan bagi pekerja dengan disabilitas. 

    Contoh Pertanyaan:

    "Bagaimana perusahaan menangani situasi ketika karyawan mengalami gangguan kesehatan atau disabilitas yang mungkin mempengaruhi kinerja mereka?"

 

Kesimpulan

Menanyakan tentang jaminan pekerjaan adalah langkah yang penting dalam memastikan bahwa pekerja dengan disabilitas akan mendapatkan perlindungan yang layak, dukungan yang memadai, dan kesempatan yang setara di tempat kerja. Dengan mengetahui kebijakan dan program yang ada, pekerja dengan disabilitas dapat merasa lebih percaya diri dan terjamin dalam mengembangkan karir mereka. Oleh karena itu, penting bagi calon pekerja dengan disabilitas untuk aktif bertanya tentang jaminan pekerjaan selama proses wawancara. 

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan DNetwork, sebuah platform jaringan kerja yang didedikasikan untuk memperkuat hubungan antara tenaga kerja penyandang disabilitas dan penyedia pekerjaan. DNetwork juga menyediakan berbagai sumber daya untuk persiapan dan pengembangan karier profesional bagi pekerja penyandang disabilitas. 

Dengan bergabung bersama DNetwork, Anda dapat menjadi bagian dari perubahan positif ini dan membantu menciptakan masa depan yang lebih inklusif bagi seluruh pekerja.



Di Indonesia, jaminan kerja bagi pekerja dengan disabilitas menjadi sebuah aspek penting dalam upaya menciptakan kesetaraan dan inklusi di tempat kerja. Meskipun pekerja dengan disabilitas memiliki kemampuan dan potensi yang sama dengan pekerja lainnya, mereka sering menghadapi berbagai hambatan untuk mendapatkan pekerjaan dan memperoleh perlindungan yang layak. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi hak-hak pekerja dengan disabilitas dan memberikan jaminan kerja yang sesuai.

Peraturan Perlindungan Pekerja dengan Disabilitas

  1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas Undang-undang ini menjadi landasan hukum utama yang menjamin hak-hak pekerja dengan disabilitas. Undang-undang ini mewajibkan pemberi kerja untuk memberikan perlindungan dan fasilitas yang memadai bagi pekerja dengan disabilitas.
  1. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas 

Peraturan ini memberikan panduan lebih lanjut tentang implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, termasuk dalam hal jaminan kerja bagi pekerja dengan disabilitas.

Jaminan Kesejahteraan Pekerja dengan Disabilitas

  1. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JSTK): Program JSTK meliputi jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun. Pekerja dengan disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan manfaat dari program-program jaminan sosial ini.
  1. Program Bantuan dan Dukungan Pemerintah: Pemerintah Indonesia juga menyelenggarakan program bantuan dan dukungan bagi pekerja dengan disabilitas, seperti program pelatihan dan bimbingan kerja khusus, serta program bantuan keuangan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Penyandang Disabilitas.

Inklusi di Tempat Kerja

  1. Komitmen Perusahaan: Banyak perusahaan di Indonesia telah menyatakan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi pekerja dengan disabilitas. Hal ini termasuk dalam kebijakan perekrutan yang inklusif dan penyesuaian lingkungan kerja untuk memfasilitasi partisipasi pekerja dengan disabilitas.
  1. Peluang Kerja dan Pelatihan: Sejumlah perusahaan juga aktif memberikan peluang kerja dan pelatihan kepada pekerja dengan disabilitas melalui program-program CSR mereka. Program-program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berkontribusi dalam dunia kerja.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meskipun langkah-langkah telah diambil untuk meningkatkan jaminan kerja bagi pekerja dengan disabilitas di Indonesia, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Tantangan tersebut meliputi stigma sosial, kurangnya aksesibilitas, dan keterbatasan dalam akses pendidikan dan pelatihan.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan implementasi peraturan yang ada, dukungan dari berbagai pihak, serta kesadaran akan pentingnya inklusi dan kesetaraan di tempat kerja, diharapkan jaminan kerja bagi pekerja dengan disabilitas di Indonesia akan terus meningkat. Hal ini tidak hanya akan membantu pekerja dengan disabilitas untuk hidup mandiri dan bermartabat, tetapi juga akan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi semua.

Dalam kesimpulan, jaminan kerja bagi pekerja dengan disabilitas di Indonesia merupakan bagian integral dari upaya menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. Melalui kebijakan yang mendukung, program-program yang inklusif, dan komitmen dari semua pihak, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang ramah bagi semua orang, tanpa memandang status atau kondisi fisik.

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, kami mengundang Anda untuk bergabung dengan DNetwork, sebuah platform jaringan kerja yang didedikasikan untuk memperkuat hubungan antara tenaga kerja penyandang disabilitas dan penyedia pekerjaan. DNetwork juga menyediakan berbagai sumber daya untuk persiapan dan pengembangan karier profesional bagi pekerja penyandang disabilitas.

Dengan bergabung bersama DNetwork, Anda dapat menjadi bagian dari perubahan positif ini dan membantu menciptakan masa depan yang lebih inklusif bagi seluruh pekerja.


Sumber:

  • Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2018). Buku Saku Penyandang Disabilitas.
  • Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial. (2019). Profil Penyandang Disabilitas Indonesia.
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Kartu Indonesia Pintar (KIP) Penyandang Disabilitas.



Jakarta, Oktober 2022 – Sebagai salah satu upaya menghapus stigma masyarakat akan kualitas kerja dan produktivitas para penyandang disabilitas yang dianggap rendah, serta minimnya kesadaran para penyedia lapangan kerja yang menyebabkan terbatasnya kesempatan para penyandang disabilitas untuk bekerja dengan layak, membuat foodspot Indonesia membuka kesempatan bagi para penyandang disabilitas untuk bergabung dalam Coffee Corner Project.

Kesempatan ini berupa dibukanya posisi Barisata sekaligus Pramusaji di Coffee Corner Project. Mempertimbangkan pentingnya posisi tersebut, komitmen kandidat untuk bekerja dengan maksimal menjadi hal yang krusial.

 Oleh karena itu, foodspot membutuhkan kandidat yang memiliki kualifikasi sebagai berikut:

  1. Pendidikan minimal SLTA/D3/S1 dari berbagai jurusan.
  2. Berusia 20-35 tahun.
  3. Baru lulus (fresh graduated) dipersilakan.
  4. Memiliki pengalaman dan pengetahuan Barista sangat diutamakan.
  5. Bersedia ditempatkan di daerah Jakarta Selatan.
  6. Berpenampilan rapi dan memiliki tata krama yang baik.
  7. Bekerja secara tim maupun individu dengan integritas yang baik.
  8. Mampu mengoperasikan Ms Office/Word untuk operasional Cashier.
  9. Disabilitas fisik diutamakan.
  10. Bersedia membantu anggota tim lain jika memerlukan bantuan.

 

Dalam proses perekrutan, setiap kandidat berkesempatan untuk berdiskusi dan mengulik seputar peran untuk posisi yang dilamar, tanggung jawab, lingkungan pekerjaan, dan sebagainya. Kandidat dapat langsung mengirimkan surat lamaran kerja, daftar riwayat hidup, ijazah atau transkrip nilai pendidikan terakhir, surat referensi atau keterangan bekerja (apabila ada), dan surat keterangan disabilitas dari rumah sakit/puskesmas/organisasi penyandang disabilitas ke email berikut: [email protected] atau melalui link yang disediakan oleh DNetwork: bit.ly/dn-foodspotbarista

Tentang foodspot

 foodspot adalah portal penyedia makanan dan minuman untuk korporat terbesar di Indonesia. Dimulai sebagai Klik-eat pada tahun 2012, foodspot menghubungkan katering UKM maupun restoran besar dengan korporat di seluruh Indonesia. foodspot secara resmi bermitra dengan berbagai restoran populer yang berlokasi di seluruh Indonesia dan dipercaya menjadi pemasok makanan dan minuman untuk pelanggan korporat terbesar di Indonesia. Saat ini, foodspot dipercaya oleh lebih dari 2000 perusahaan di Indonesia sebagai klien setia. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mengakses ke https://foodspot.co.id

Gambar: 15 orang peserta Temu Pencari Kerja di Annika Linden Center, 22 September 2022.

Pada Hari Kamis 22 September 2022 yang lalu, DNetwork Indonesia telah menyelenggarakan acara Temu Pencari Kerja di Annika Linden Centre, Denpasar, Bali. Pada kesempatan Temu Pencari Kerja kali ini, 15 peserta yang terpilih telah menambah wawasan mereka mengenai proses seleksi pekerjaan, pembuatan CV, dan surat lamaran yang di bawakan oleh PT. Mitra Prodin. Selain itu, peserta juga belajar mengenai hak jaminan ketenagakerjaan yang dibawakan oleh BPJS Ketenagakerjaan Denpasar.

Di saat yang bersamaan pula kami juga mengadakan Forum Group Discussion yang berisi proses diskusi dan identifikasi kebutuhan para pencari kerja disabilitas terhadap akses kebutuhan pendidikan dan juga pekerjaan. Dalam FGD kali ini kami melibatkan seluruh peserta untuk mengungkapkan saran dan kritik mereka terkait dua hal tersebut. Sebagai penghubung teman-teman disabilitas terhadap lapangan pekerjaan, masukan dan kebutuhan mereka menjadi fokus utama kami untuk dapat kami advokasi ke perusahaan maupun pemerintah. Kami yakin dengan tersinerginya usaha yang melibatkan tidak hanya pekerja disabilitas, namun juga perusahaan sebagai pemberi kerja dan pemerintah sebagai pembuat regulasi dan kebijakan akan mampu menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan aksesibel kepada para penyandang disabilitas.

Kami sangat berterima kasih atas dukungan teman-teman dari Dinas Ketenagakerjaan Kota Denpasar, PT. Mitra Prodin, dan BPJS Ketenagakerjaan yang sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk meningkatkan kapasitas teman-teman dengan disabilitas di Bali.

Sampai jumpa di acara berikutnya!

Teks foto: Tangkapan layar dari salah satu sesi webinar Aku Mampu.

 

Program “Aku Mampu” diinisiasi oleh DNetwork - Jaringan Kerja Disabilitas Indonesia berfokus pada membantu penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan sesuai dengan peluang karir saat ini. Melalui “Aku Mampu”, kami ingin memastikan bahwa para peserta memenuhi syarat untuk mendapatkan pekerjaan yang berkualitas, lebih tangguh dalam menghadapi pasar kerja yang terus berubah, serta memiliki pola pikir dan kreativitas kewirausahaan untuk bertahan dalam segala situasi.

Didukung oleh Australian Direct Aid Program sejak 2018 dan juga Inspirasia Foundation, Rangkaian program “Aku Mampu” sendiri terdiri dari mindset training, skill training (Bahasa Inggris, Digital Business, Content Writing), dan pelatihan serta dukungan entrepreneurial dalam Aku Mampu Berbisnis. Lebih dari 200 penyandang disabilitas juga turut berpartisipasi dalam rangkaian program Aku Mampu yang telah dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Mei 2022 ini. Diantaranya ada 6 usaha yang juga telah diberi pelatihan dan permodalan melalui Aku Mampu Berbisnis.

Aku Mampu Digital Marketing
Sebagai bagian dari Digital Marketing, kami memutuskan untuk menyesuaikan pelatihan untuk fokus pada konsultan bisnis digital. Pelatihan intensif ini merupakan bagian dari prioritas dalam program pendidikan. Tujuannya agar peserta diklat yang terpilih dapat mengikuti magang setelah selesai mengikuti program diklat. Karena mengarah pada program magang langsung, ini sejalan dengan misi kami untuk meningkatkan tingkat pekerjaan bagi penyandang disabilitas.
Bekerjasam dengan Clevio Coder Camp, kami juga mengadakan webinar untuk UMKM untuk mengakui mereka dengan “mempekerjakan karyawan disabilitas pertama mereka” dan menyampaikan kepada mereka bahwa kami mengadakan program Bisnis Digital untuk penyandang disabilitas dan dapat diundang untuk berkontribusi dan memberi mereka pengalaman di perusahaan yang mereka miliki. Sebanyak 7 peserta terpilih untuk magang di perusahaan untuk menjadi konsultan bisnis digital mereka.
Setiap sesi diikuti oleh kurang lebih 40 peserta dan mereka sangat antusias, ditunjukkan dengan cara mereka bertanya, berbagi pengalaman, dll. Di akhir sesi, kami juga berbagi pengalaman magang mereka dan kami membuat modul sharable yang berisi ringkasan dari seluruh sesi pelatihan. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dampak dari program kami; kami ingin pengetahuan menjangkau lebih banyak orang daripada hanya mereka yang mengikuti sesi pelatihan di Zoom.

Aku Mampu Berbahasa Inggris
Jumlah pelamar untuk program ini cukup banyak; lebih dari 100 orang. Kami memiliki 20 peserta terpilih untuk mengikuti kursus bahasa Inggris selama tiga bulan, yang diajar oleh guru bahasa Inggris bersertifikat di Indonesia dari After School English. Para peserta ditempatkan dalam tiga kelompok yang berbeda, masing-masing kelompok terdiri dari peserta dengan jenis disabilitas yang sama dan tingkat pemahaman bahasa Inggris yang sama. Hal ini dilakukan untuk memastikan efektivitas keseluruhan proses pembelajaran. Peserta diharuskan mengikuti tes bahasa Inggris sebelum sesi dimulai dan pada akhir program mereka akan melakukannya lagi, sehingga kita dapat melihat peningkatan kemampuan bahasa Inggris mereka. Karena tingginya permintaan akan kelas khusus bagi Teman Tuli, kami memutuskan untuk membuka satu dan menyediakan Penerjemah Bahasa Isyarat untuk seluruh sesi.

Aku Mampu Menulis Konten
Pelatihan ini dimulai pada April 2022 dan kami membutuhkan teman-teman penyandang disabilitas. Dalam pelatihan ini, kami lebih fokus pada pelatihan citizen journalism dimana para peserta pelatihan dapat menulis artikel jurnalistik yang tidak hanya kreatif dan informatif tetapi juga memiliki nilai ekonomis. Dalam pelatihan ini, kami bekerja sama dengan BaleBengong.com, platform jurnalisme warga terkemuka di Bali. Dari pelatihan ini, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi kontributor freelance baik di platform BaleBengong dan juga sebagai kontributor freelance untuk DNetwork.

Aku Mampu Bekerja di Era Digital
Berkolaborasi dengan Bridges for the Future - Yayasan PLAN Internasional Indonesia, pelatihan ini diberikan untuk mendukung kemampuan teman-teman disabilitas untuk dapat bersaing di pasar kerja digital. Adapun materi yang kami berikan erkait dengan Potensi Pekerjaan sebagai Freelancer, Menerapkan Keterampilan Komunikasi Dasar, Manajemen Diri dan Meningkatkan Sikap Profesional, Menggali Kesetaraan Hak Pekerja, dan Mempersiapkan Lamaran Kerja dan Tes Wawancara.

Kami percaya jika teman-teman disabilitas bisa diberi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan hari ini maka potensi mereka untuk terserap dalam bursa kerja juga akan semakin besar. Hal ini tentunya akan menjadi sebuah garis start yang bagus, baik dalam memahami persyaratan untuk masuk ke dalam dunia kerja maupun memutuskan untuk menjadi seorang freelancer. Dalam kegiatan ini besar harapan DNetwork untuk menumbuhkan harapan dan juga semangat berkreatifitas yang besar yang nantinya akan dimiliki oleh para peserta pelatihan.

Aku Mampu Berbisnis
Untuk mengakomodir kebutuhan peningkatan keterampilan kewirausahaan pemilik bisnis penyandang disabilitas, kami mengadakan serangkaian sesi dukungan kewirausahaan. Respon dari masyarakat sangat positif. Kami memiliki lebih dari 100 pelamar dan kami mengadakan empat sesi dengan BEDO (Bali Export Development Organization), sebuah organisasi Indonesia yang berfokus pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah lokal yang maksimal, untuk membahas tema-tema berikut:
Pola Pikir Kewirausahaan, Perencanaan Bisnis dan Pembuatan Prototipe, Pengembangan Merek dan Produk, Pemasaran 101, Literasi Keuangan

Setelah mendapatkan kelima workshop tersebut, para peserta pelatihan ditugaskan untuk membuat financial business plan dan dipilih 6 yang terbaik untuk mendapatkan seed funding. Sebanyak 6 orang terpilih menerima bantuan modal usaha/seed funding sebesar Rp. 2.000.000 yang dapat mengembangkan usahanya menjadi lebih baik. Tidak hanya itu, para peserta juga diberikan sesi pendampingan untuk mematangkan rencana bisnis mereka agar lebih efektif dan berkelanjutan.

Gambar: Penyandang disabilitas Tuli bergabung menjadi Mitra Driver Grab Indonesia

Berkolaborasi dengan Grab Indonesia wilayah Bali, DNetwork membuka kesempatan yang sama bagi para disabilitas untuk menjadi mitra driver Grab Indonesia. Sebagai platform online yang membantu teman-teman disabilitas terhubung ke dunia kerja, DNetwork Indonesia bekerjasama dengan Grab Indonesia wilayah Bali memberdayakan teman-teman disabilitas bekerja sebagai mitra driver. Kerjasama ini juga mempermudah Grab Indonesia untuk menerapkan lingkungan kerja yang inklusif.

Sebagai mitra driver, teman disabilitas yang memenuhi persyaratan akan mendapatkan training terkait penggunaan aplikasi. Dengan terbukanya kesempatan ini Grab dan juga DNetwork berharap agar kesempatan ini dapat digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi para penyandang disabilitas.

Melalui DNetwork Indonesia, Grab Indonesia wilayah Bali mendapatkan kandidat user disabilitas yang telah siap untuk bekerja. Saat ini sudah ada semblan teman Tuli yang bekerja sebagai mitra driver Grab dan telah melalui masa training. Di masa mendatang kami optimis akan semakin banyak penyandang disabilitas yang bisa menjadi mitra driver untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya.